Selasa, 15 Juli 2008

DOA JODOH

DOA


Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan menjadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang dlo’if ini

----------------------------------------
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
----------------------------------------

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin... Ya Rabbal 'Alamin


FATWA DO’A

FATWA DO’A


Doa berawal dari hati yang gelisah,

Dengarkanlah gejolaknya

Doa adalah suatu kerinduan terhadap rumah kita yang sebenarnya,

Ikutilah bimbingannya

Doa itu seperti kebun,

Peliharalah maka doa akan berbuah

Doa bisa dilakukan dengan berbagai cara,

Lakukanlah sesuai dengan cara Anda

Berdoalah selalu, tapi jadwalkan juga waktu khusus,

Roh, seperti halnya badan, membutuhkan latihan-latihan teratur

Buatlah doa Anda pendek,

Cinta membutuhkan sedikit kata-kata

Berdoalah di mana saja Anda berada,

Tuhan ada di mana-mana

Jika Anda menginginkan sesuatu, bertanyalah pada diri Anda sendiri,

"Apakah saya menginginkan hal yang dikehendaki Tuhan?"

Tuhan menghendaki kebaikan sejati Anda

Bila doa Anda menjadi kering dan rutin, teruskan saja,

Tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan

Bawalah kemarahan Anda dalam doa,

Logam yang panas bisa dibentuk

Bila Anda berdosa dan terus menerus jatuh, berdoalah,

Tuhan tetap mencintai Anda

Berdoalah bila Anda cemas,

Doa membuat segala sesuatu bisa dipikirkan dan dipertimbangkan secara

sehat

Bila karena sesuatu hal Anda tidak bisa berdoa, bersantailah,

Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa

Bila doa mengajak Anda untuk mengambil resiko, beranilah,

Tuhan akan mendukung Anda

Bila Anda merasa sedih atau menyesal, menangislah,

Airmata adalah doa dari hati

Jika Anda tidak menyukai seseorang, berdoalah untuknya,

Doa mengungkapkan Tuhan yang tersembunyi

Bila Anda menerima kabar buruk, tegarlah,

Doa memberi cahaya

Bila penyakit, usia, kepedihan, atau kecemasan merusak konsentrasi Anda,

Bersantailah, Tuhan adalah seorang sahabat yang penuh pengertian

Jika doa membuat Anda jadi pasif dan acuh tak acuh, itu bukanlah doa,

Doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan

Gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa,

Ketenangan menarik Anda kepada Sang Maha Besar

Gunakanlah saat-saat ribut untuk berdoa,

Kegaduhan adalah hiruk-pikuk ciptaan yang mencari Tuhan

Berdoalah bila Anda merasa kesepian,

Doa membuat Anda ditemani oleh para malaikat

Bila hidup ini terasa kejam dan tak adil, berdoalah terus,

Tuhan adalah karnanya, bukan penyebabnya

Bila hati Anda penuh dengan rasa syukur, biarkanlah demikian,

Roh Allah sedang berdoa di dalam diri Anda

Bila Anda terpesona di hadapan misteri, biarkanlah demikian,

Roh Allah sedang berdoa di dalam diri Anda

Cakuplah seluruh dunia dalam doa Anda,

Perdamaian tergantung padanya

Berdoalah dalam tidurmu,

Tidur adalah doa dari manusia yang merasa aman dari cinta Tuhan

Berdoa adalah bernafas,

Lakukanlah dalam-dalam dan Anda akan dipenuhi dengan kehidupan

Bila Anda mulai merasa maju dalam kehidupan doa, pikirkan sekali lagi,

Kehidupan Tuhan itu lebih dalam daripada perasaan dan pengalaman Anda


CINTA TAK BUTUH ALASAN

CINTA TAK BUTUH ALASAN


Bismillahirrahmanirrahiim,

Adakah alasan bagi kita untuk tidak berbuat baik bagi orang lain? Bahkan untuk berbuat baik, kita tak memerlukan sebuah alasan apa pun. Karena cinta pada sesama tidak membutuhkan pertimbangan, apalagi kalkulasi untung dan rugi. Kasih sayang semestinya mengalir begitu saja, seperti air dari mata air yang berbondong-bondong terjun ke lautan.


Bahkan kita ini bagai ikan kapas yang berenang-renang dalam samudra cinta. Kita terselimuti cinta. Kita terbasahi cinta. Tarikan dan hembusan nafas adalah air cinta. Sayang, sebuah kasih tak selalu begitu saja memancar dari diri kita.


Sebuah cinta tak gampang terserap oleh diri kita. Acapkali kita bentengi diri dengan pikiran yang berusaha membenarkan dan mencari-cari alasan di balik semua anugerah yang ada ini. Seringkali pikiran menjadi batu penghambat gemericik air itu: pikiran yang penuh pamrih dan prasangka.


Wallahu'alam bish showab



ARTI CINTA

ARTI CINTA


Assalaamu'alaikum.

Episode (Cinta) kali ini, mengingatkan kita untuk hati - hati terhadap apa dan siapa yang kita cintai.
**waktu mau makan ingat kamu, waktu bercermin ingat kamu, waktu mau belajar ingat kamu, waktu mau tidur ingat kamu ...** (kalo nggak salah dina mariana yang nyanyi dan di arasemen ulang oleh Duo Maia, betul nggak?)

Demikianlah kira-kira bunyi sebuah syair lagu (kalau nggak salah) yang sekarang lagi ngetrend. Lagu itu memang bertema cinta. Cinta suci katanya. Eit... tapi tunggu dulu apa benar cinta suci, apa benar cinta sejati. Atau sekedar cinta syahwati.

Cinta adalah karunia Allah. Bahkan Allah menciptakan alam semesta ini karena cintaNya. Karenanya alam dan dunia ini adalah lautan cinta.

Cinta itu suka atau senang. Cinta itu keinginan untuk memberi, demikian kata orang. Tapi bila mendengar kata cinta, yang muncul di otak adalah pacar. Inilah kesalahan kebanyakan orang dalam mengartikan cinta. Cinta yang mereka kenal adalah cinta syahwati. Apa memang sedemikian rendah nilai cinta.

Cinta memang mempunyai kekuatan yang luar biasa. Dan kekuatan cinta mampu membikin pribadi yang nekat atau pribadi yang taat. Nekat dalam arti berani melanggar aturan-aturan dari Allah. Sehingga sampai-sampai bilang,"Khan cuma-pegang-pegangan tangan." Na'udzubillah min dzalik.

Kalau bicara masalah cinta memang tak kan habis-habis. Namun berapapun banyaknya nuansa cinta, sebenarnya hanya ada dua versi cinta, yaitu cinta imani (cinta robbani), adalah cinta yang berlandaskan kepada keimanan, dan cinta syahwati, cinta yang berlandaskan pada hawa nafsu yang ditunggangi oleh syaithon laknatullah.

Cinta imani inilah sesungguhnya yang merupakan cinta sejati. Tapi pengertian ini telah diputar balik, sehingga cinta syahwati dianggap sebagai cinta suci yang harus diperjuangkan sampai tetes darah penghabisan, dengan bunuh diri segala misalnya.

Mahabbah (kecintaan) seorang mu*min adalah harus berlandaskan keimanan.Dan kecintaan tertinggi adalah kecintaan kepada Allah (mahabbatullah). Kecintaan kepada Allah adalah mutlak dan di atas segala-galanya. Sedangkan bagi orang kafir sudah jelas cintanya adalah cinta syahwati.


Tanda-tanda Cinta.

Cinta secara umum mempunyai tanda-tanda dan gejala-gejala yang sama.Pertama adalah banyak mengingat (pada yang dicintai). Sebagaimana syair lagu di atas, hatinya selalu teringat dan terkenang kepada yang dicintai. Di mana-mana pun pokoknya ingat deh. Apabila suatu saat secara tiba-tiba disebutkan nama yang kita cintai, maka hati kita tersentak. Hati kita deg-deg sir,"Ada apa ini." Demikian pula bila kita mendapatkan surat dari yang kita cintai. Maka bagi seorang mukmin karena kecintaan kepada Allah adalah yang tertinggi, bila disebut namaNya, gemetarlah hatinya dan jika dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah imannya. (QS Al Anfal ayat2).

Tanda yang kedua adalah takjub dan kagum (kepada yang dicintai). Kalau sudah cinta katanya hidung pesek jadi mancung. Atau bahkan tahi kambing dirasa coklat, ucap seorang penyanyi.. Karena begitu kagumnya kepada yang dicintai. Bagi cinta yang dilandasi syahwat, kekagumannya bersifat sementara dan tidak membekas dalam hati, karena manusia mempunyai rasa selalu tidak puas. Maka tepatlah petunjuk Rasulullah SAW, bila mencari istri, pilihlah karena agamanya sebagai prioritas utama, bukan cantiknya, bukan kayanya, bukan kebangsawanannya. Kekaguman karena iman akan memberikan hal yang berbeda, ia akan membekas dalam hati. Apalagi kekaguman akan kebesaran dan kekuasaan Allah.
"(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langitdan bumi (seraya berkata): Ya Rabb kami,tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QSAli Imran ayat 191).

Yang ketiga dan keempat adalah ridlo (rela) dan pengorbanan. Seorang mu'min karena cintanya yang sangat kepada Allah, ia akan rela mengorbankan segalanya demi mencapai keridloan Sang Pemberi cinta, Allah SWT. Kalau cinta syahwati, keridloannya pun bersifat untuk memenuhi hawa nafsunya saja. Karena jabatan mau saja menyembah-nyembah atasan. Karena ridlo dengan si dia sampai-sampai mengorbankan kehormatannya. Atau SPP amblas,sehingga orang tua yang kalang kabut.

Kecintaan kepada sesuatu dengan tanda-tandanya di atas akan melahirkan rasa takut dan harap serta suatu ketaatan. Ini merupakan hal yang wajar dan logis. Karena mencintainya, kita takut kehilangan, atau kawatir cinta kita diterima apa nggak. Dan kita mengharapkan selalu dekat dengan yang kita cintai. Otomatis supaya kekawatiran kita tidak terjadi dan harapan kita terpenuhi, kita taat kepada yang kita cintai.

Jika dibilang,"Kalau cinta, traktir dong..." kemudian ia mentraktir dengan uang SPP nya, maka ini adalah salah satu bentuk ketaatan. Tentu saja bentuk pengorbanannya adalah uang SPP. Demikian pula bila diajak nonton film di bioskop, padahal yang ngajak itu orang lain, kemudian mau, juga merupakan ketaatan. Ketaatan yang salah. Ketaatan yang sesat.

Kecintaan yang haq (yang berlandaskan iman) akan melahirkan ketakutan,pengharapan dan ketaatan hanya kepadaNya. Meskipun memiliki tanda-tandayang sama, tetap saja antara cinta imani dan cinta syahwati adalah bertolak belakang. Karena yang satu haq dan yang lain bathil.

Prioritas dan Peringkat-peringkat cinta.


Dalam cinta pun ada skala prioritas seperti halnya membelanjakan uang. Ada seseorang yang tidak punya baju sama sekali, kemudian ia tidak membeli baju tapi malahan membeli sepeda. Suatu hari ia bersepeda tanpa pakaian. Tentu saja orang-orang berkata,"Orang itu sudah sinthing. Mbok ya beli baju dulu."

Demikianlah kita harus punya prioritas cinta, supaya tidak dibilang sinthing. Untuk itu kita harus mengenal apa yang disebut maratibul mahabbah (peringkat-peringkat cinta). Dengan memahami peringkat-peringkat cinta ini mudah-mudahan kita tidak terjerumus dalam syirik cinta.

Peringkat pertama adalah tatayyum.

Yaitu cinta yang melahirkan sikap untuk menghamba secara mutlak dan melakukan pengorbanan sampai tetes darah penghabisan. Ini adalah kecintaan tertinggi dan hanya kita berikan kepada Allah Rabbul 'alamin. Seorang mukmin amat sangat cintanya kepada Allah. (QS Al Baqarah ayat 165).

Peringkat kedua adalah 'isyq.

Yaitu cinta yang melahirkan ketundukkan terhadap segala perintah dan larangannya, membangkitkan sikap hormat yang tinggi, mengikuti dan membelanya. Kecintaan seperti ini adalah hak Rasulullah. Namun 'isyq tidak mendorong seseorang menjadi hamba Muhammad. Inilah yang membedakan dengan tatayyum.

Peringkat ketiga adalah syauq (kerinduan).

Yaitu cinta yang membuahkan mawaddah wa rahmah (kasih sayang), menjadi perekat yang kuat dalam membangun ummat. Ini adalah cinta antara mu*min dengan mu*min lainnya, antara orang tua dengan anak, antara suami dengan istri, dengan saudara yang mukmin.
Peringkat keempat adalah shababah.

Ditujukan kepada sesama muslim yang akan melahirkan ukhuwah (persaudaraan).
Peringkat kelima adalah 'ithf (simpati).

Ditujukan kepada sesama manusia. Rasa simpati mendorong seorang mu'min untuk menolong manusia ke jalan yang benar (dakwah). Bila hilang rasa simpati, seseorang menjadi cuek, tak peduli dengan kerusakan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Peringkat keenam dan yang paling sederhana adalah 'alaqah.

Yaitu kecintaan kepada selain yang di atas, harta benda misalnya. Islam membenarkan cinta ini dalam bentuk intifa' (memanfaatkan, mendayagunakan). Cinta pada harta benda yang berlebihan membahayakan manusia sendiri. Para salafusshalih berdoa kepada Allah agar jangan sampai dunia menempati hati mereka, cukup di tangan saja. Artinya jangan sampai dunia yang menguasai mereka tapi mereka yang menguasai dunia.

Jadi kecintaan tertinggi seorang mukmin adalah untuk Allah, kemudian Rasulullah dan jihad di jalan Allah. Baru setelah itu kepada orang tua, saudara yang mukmin, suami atau istri, anak dan seterusnya.

"Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu kawatiri kerugiannya, rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."(QS At Taubah ayat 24).

Memang manusia secara naluriah mempunyai rasa cinta kepada lawan jenis, anak-anak, harta benda, seperti Firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 14.

"Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang."

Namun hal itu bukanlah legitimasi untuk menjadikan cinta syahwati sebagai yang dipuja sedemikian rupa. Karena Allah telah menentukan batasan-batasan.

Kecintaan tertinggi adalah untuk Allah, maka kecintaan kita kepada sesuatu adalah karena kecintaan kita kepada Allah. Maksudnya sesuai dengan aturan-aturan dari Allah. Kita boleh mencintai lawan jenis, tapi caranya adalah yang sesuai dengan aturan Allah, yaitu setelah menikah, bukan pacaran. Model pacaran itu bukan dari Allah, tapi dari syaithon laknatullah.
Jika kita lihat dalam realitas, banyak orang masih menempatkan kecintaan tidak pada tempatnya. Ada yang menempatkan cinta tertinggi untuk sesuatu selain Allah. Entah harta atau yang lain-lain. Mereka lebih mencintai dunia daripada akherat. Inilah sikap orang yang buta cinta. karena buta cinta dunia menjadi tuan, kekasih menjadi pujaan. Menjadi ilah-ilah yang lain.





Kelaziman Cinta.

Ibnu Taimiyah berkata,"Mencintai apa yang dicintai kekasih adalah kesempurnaan dari cinta pada kekasih."

Apa yang dikatakan Ibnu Taimiyah inilah yang disebut kelaziman cinta, lumrahnya seseorang kepada yang dicintainya. Lumrahnya seseorang kepada yang dicintai adalah mencintai siapa-siapa dan apa apa yang dicintai kekasih.Dan membenci siapa-siapa dan apa-apa yang dibenci kekasih. Jika Allah mencintai nabi dan RasulNya, kita pun harus mencintai mereka. Allah mencintai orang - orang yang beriman, amal sholeh, akhlaqul karimah, maka demikian pula seharusnya dengan kita.

Allah mencintai kebersihan. Bagaimana kita bisa disebut cinta kepada Allah kalau kita tidak menyukai dan menjaga kebersihan. Allah membenci orang-orang kafir, munafiq maka kita pun demikian. Allah membenci perbuatan tercela, seperti zina, memperturutkan hawa nafsu, berjudi, mabuk, korupsi maka kita wajib menjauh perbuatan-perbuatan semacam ini.

Aljabar Cinta.

Aljabar atau perhitungan cinta tidak sama dengan aljabar dalam pelajaran matematika kita. Kalau dalam matematika yang kita pelajari 100 dibagi 2 sama dengan 50. Dalam aljabar cinta tidak begitu. Bila kita mencintai Allah, Rasul dan jihad bukan berarti untuk Allah 70%, untuk Rasulullah 20% dan seterusnya. Sama sekali bukan.

Kecintaan seorang mukmin kepada Allah adalah mutlak. Kecintaan kepada yang lain tidak mengurangi kecintaan kita kepada Allah. Karena pada dasarnya kecintaan kepada yang lain bagi seorang mu*min adalah karena kecintaannya kepada Allah.

Mulai sekarang kita harus tahu mana cinta imani dan mana cinta syahwati. Maka jangan sampai salah menempatkan cinta. Sehingga syair lagu di atas seharusnya "waktu mau makan ingat Allah, waktu bercermin ingat Allah, waktu mau belajar ingat Allah, waktu mau tidur ingat Allah..," dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.

Wallahua'lam.





Agar tidak bersifat sombong dan angkuh

Agar tidak bersifat sombong dan angkuh


Beberapa panduan Imam Al- Ghazali supaya kita tidak bersifat sombong dan angkuh


  1. Jika berjumpa dengan kanak-kanak, anggaplah kanak-kanak itu lebih mulia daripada kita, karena kanak-kanak ini belum banyak melakukan dosa daripada kita.


  1. Apabila bertemu dengan orang tua, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena dia sudah lama beribadat.


  1. Jika berjumpa dengan orang alim, anggaplah dia lebih mulia daripada kita karena banyak ilmu yang telah mereka pelajari dan ketahui.


  1. Apabila melihat orang jahil, anggaplah mereka lebih mulia daripada kita karena mereka membuat dosa dalam kejahilan, sedangkan kita membuat dosa dalam keadaan mengetahui.

  1. Jika melihat orang jahat, jangan anggap kita lebih mulia karena mungkin satu hari nanti dia akan insaf dan bertaubat atas kesalahannya.


  1. Apabila bertemu dengan orang kafir, katakan didalam hati bahwa mungkin pada suatu hari nanti mereka akan diberi hidayah oleh Allah dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan diampuni oleh Allah.



24 Selingan dalam Hidup

24 Selingan dalam Hidup



1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat
merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya
dari alam mimpi dan memeluknya dalam
alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,
pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah
seperti yang kamu inginkan, karena
kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan
untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup
untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk
membuatmu kuat, kesedihan yang cukup
untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup
untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk
membeli hadiah-hadiah.

5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang
lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu
lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat
pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk
berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan
sepatah katapun, dan kemudian
kamu meninggalkannya dengan perasaan telah
bercakap-cakap lama dengannya.

7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang telah
kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh
benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah
kita miliki sampai kita
mendapatkannya.

8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain.
Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal
itu menyakitkan hati orang itu pula.

9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut
perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan
suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada
tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang
penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita
cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya
menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita
hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita
temukan di dalam dia.

11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu
memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha
menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir
dalam hidupnya.

12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan
beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang
yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima
kasih atas karunia itu.

13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir
seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari
untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu
seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis,
mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan
mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang
menghargai pentingnya orang-orang yang
pernah hadir dalam hidup mereka.

15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah,
romantika dan masih tetap peduli padanya.

16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika
kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan
mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya
dan kamu harus melepaskannya.

17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh
dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air
mata.

18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap
sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih
percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka
yang masih mencintai sekalipun pernah
disakiti hatinya.

19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak
mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki
keberanian untuk mengutarakan cintamu
kepadanya.

20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada
masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus
dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan
sakit hati di masa lalu.

21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika
kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika
kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan
kamu tidak mencintainya lagi jika
kamu masih tidak dapat melupakannya.

22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang
bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu ! Jangan
mengharapkan balasan cinta, tunggulah
sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak,
berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi
tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu
harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah
menulikan telinga untuk mendengar dari
orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di
sekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga
pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan
orang-orang di sekelilingmu menangis.








Senin, 14 Juli 2008

Peta Gerakan Islam Radikal

Radikalisme belakangan ini menjadi gejala umum di dunia Islam, termasuk di Indonesia. Gejala radikalisme di dunia Islam bukan fenomena yang datang tiba-tiba. Ia lahir dalam situasi politik, ekonomi, dan sosial-budaya yang oleh pendukung gerakan Islam radikal dianggap sangat memojokkan umat Islam.

Secara politik mereka merasa bukan saja tidak diuntungkan oleh sistem, tapi juga merasa diperlakukan tidak adil. Secara ekonomi pun mereka merasa tidak lebih baik. Kelompok Islam radikal menganggap kepentingan ekonomi umat Islam tidak dilindungi, bahkan diabaikan dan dipinggirkan. Sementara itu, dalam konteks sosial budaya, umat Islam semakin kehilangan orientasi dengan makin kuatnya serbuan budaya Barat. Ikatan-ikatan sosial yang sebelumnya cukup kuat menyatukan kelompok-kelompok Muslim kemudian tercerai-berai akibat jebolnya pertahanan budaya yang dimiliki umat Islam.

Dalam suasana seperti itulah Islam radikal mencoba melakukan perlawanan. Perlawanan itu muncul dalam bentuk melawan kembali kelompok yang mengancam keberadaan mereka atau identitas yang menjadi taruhan hidup. Mereka berjuang untuk menegakkan cita-cita yang mencakup persoalan hidup secara umum, seperti keluarga atau institusi sosial lain. Mereka berjuang dengan kerangka nilai atau identitas tertentu yang diambil dari warisan masa lalu maupun konstruksi baru. Untuk itu mereka juga berjuang melawan musuh-musuh tertentu yang muncul dalam bentuk komunitas atau tata sosial-keagamaan yang dipandang menyimpang. Terakhir mereka juga mendaku bahwa perjuangan mereka atas nama Tuhan atau ide-ide lain.

Dalam kasus Indonesia, sebagaimana dijelaskan dalam buku berjudul asli Joining the Caravan?: The Middle East, Islamism and Indonesia, hasil penelitian dua akademisi Australia ini, Greg Fealy dan Anthony Bubalo, pengaruh keagamaan dan politik dari Timur Tengah ke Indonesia bukan hal baru dalam sejarah. Menurut mereka, semenjak Islam masuk ke Nusantara, hubungan masyarakat Indonesia dengan Timur Tengah sangat kental. Transmisi ini dimungkinkan karena posisi Timur Tengah sebagai sentrum yang selalu menjadi rujukan umat Islam. Negara-negara yang memiliki kota-kota suci dan pusat ilmu pengetahuan selalu dikunjungi orang Indonesia, baik untuk berhaji, ziarah, maupun belajar. Dari aktivitas ini kemudian muncul berbagai bentuk jaringan, baik jaringan keulamaan, jaringan gerakan dakwah, maupun jaringan gerakan politik.

Di samping itu, konteks politik di Indonesia juga menjadi alasan lain kemunculan Islam radikal. Ada kesamaan antara gerakan Islam radikal di Indonesia dan Timur Tengah. Sebagaimana ditunjukkan buku ini, gerakan Islam radikal di Timur Tengah bisa diklasifikasi dalam tiga kategori. Pertama, gerakan itu terjadi di negara-negara yang pemerintahannya otoriter seperti di Irak dan Suriyah. Al-Mujahidin di Irak menentang kediktatoran Saddam Hussein, demikian halnya al-Ikhwan di Suriyah yang menentang rezim Hafidh al-Asad.

Kedua, hal yang sama terjadi di wilayah yang dijajah dan diduduki kekuatan asing, seperti di Palestina. Fundamentalisme di Palestina yang bahkan termanifestasi dalam bentuk ekstrem melalui jalan kekerasan merupakan reaksi terhadap kekerasan politik yang dilakukan Israel.

Ketiga, gerakan radikal lahir di negara yang kebijakan pemerintahannya dipandang terlampau memihak ke Barat seperti Mesir dan Iran prarevolusi. Munculnya Ikhwanul Muslimin di Mesir tak lepas dari sentimen massa menentang kebijakan pemerintah yang dinilai pro-Barat dan cenderung memarjinalkan peran kaum agamawan.

Dari tiga kategori di atas, faktor pertama dan ketiga terjadi di Indonesia, baik sebelum maupun setelah Orde Baru. Sejak awal kelahirannya, sikap Orde Baru terhadap umat Islam mengikuti pola kebijakan yang diterapkan Belanda: bersikap toleran dan bersahabat terhadap Islam sebagai kelompok sosial dan keagamaan. Tapi, sikap ini segera berubah menjadi keras dan tegas ketika Islam mulai memperlihatkan tanda-tanda sebagai kekuatan politik yang menentang kehendak penguasa.

Meski kemunculan gerakan radikal Islam terfragmentasi dalam beragam organisasi, ada sejumlah benang merah yang bisa ditarik dari berbagai kelompok tersebut sekaligus menjadi faktor pembeda dari Muslim mainstream di Indonesia. Beberapa benang merah itu antara lain adalah pemahaman yang sangat literal terhadap ajaran Islam, keyakinan yang sangat kuat bahwa Islam adalah satu-satunya solusi untuk menyelesaikan berbagai krisis di negeri ini, perjuangan yang tak kenal lelah menegakkan syariat Islam, resistensi terhadap kelompok yang berbeda pemahaman dan keyakinan, serta penolakan dan kebencian yang nyaris tanpa cadangan terhadap segala sesuatu yang berbau Barat.

Kemudian orang pun bertanya-tanya: mengapa di tengah arus utama Islam yang moderat di Indonesia (utamanya NU dan Muhammadiyah), muncul sekelompok Muslim sebagai teroris? Menurut buku ini, penjelasannya tentu melibatkan berbagai faktor dengan banyak dimensi yang kompleks. Perubahan besar dalam dunia Islam yang sering tidak disadari oleh masyarakat internasional adalah, sebagian besar masyarakat Muslim dunia saat ini tidak lagi terkonsentrasi di Timur Tengah (hlm. 84).

Buku ini dimaksudkan sebagai kontribusi intelektual untuk memperkaya perdebatan lebih luas tentang peran yang dimainkan kelompok Islamis di kancah politik internasional kontemporer. Fokus kajiannya dibingkai dengan beberapa persepsi dan mispersepsi, terutama menyangkut kecenderungan yang melihat Islamisme saat ini sebagai gerakan ideologi monolitik yang menyebar dari Timur Tengah sebagai pusat ke negara-negara Muslim di seluruh dunia.

Analisis buku ini tertuju pada sejumlah perubahan besar yang terjadi, baik di dunia Islam maupun persepsi Barat atas dunia Islam. Perubahan nyata telah menjelma sebagai dampak serangan teroris 11 September 2001, di mana Al-Qaeda semakin dipandang sebagai sebuah ideologi ketimbang organisasi. Telaah atas sejauh mana ideologi atau pandangan dunia itu telah menyebar, serta menjelaskan bagaimana kecenderungan dari ancaman teroris di masa depan.

Buku ini berujung pada kesimpulan bahwa dari semua bentuk Islamisme kontemporer, pengaruh Ikhwanul Muslimin di Indonesia memiliki sejarah terpanjang. Menurut penulis, meski berhasil mengungkap pengaruh atau dampak gagasan-gagasan Islamis dan neofundamentalis dari Timur Tengah di Indonesia, hampir semuanya mengalami proses mediasi atau modifikasi. Gagasan gradualis Hasan Al-Banna, misalnya, lebih banyak digunakan dibandingkan gagasan revolusioner Sayyid Quthb dan para penerus radikalnya (hlm. 109).

Tak ketinggalan, terkait dengan pengaruh tersebut, buku setebal 202 halaman ini juga mengupas fenomena keberhasilan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di pentas politik Indonesia dan Jamaah Islamiyah yang sering dikaitkan dengan serangkaian aksi teror.

Akhirnya, di tengah arus besar kecenderungan untuk melukiskan Islamisme sebagai wajah tunggal berdimensi transnasional, buku ini merobohkan pencitraan na�f seperti itu dengan menunjukkan keragaman dan dimensi lokal dari peresentasi Islamisme dalam ruang sejarah. (*)

Diambil dari Jawapos, 15o708. judul Buku Jejak Kafilah: Pengaruh Radikalisme Timur Tengah di Indonesia