Rabu, 12 Agustus 2009

SIAPAKAH KITA ?


Siapakah kita ??


Siapakah orang yang sombong?
Orang yang sombong adalah orang yang di beri penghidupan tapi tidak mau sujud pada yang menjadikan kehidupan itu iaitu Allah Rabbul Alaamin, Tuhan sekelian alam. Maka bertasbihlah segala apa yang ada di bumi dan langit pada TuhanNya kecuali jin dan manusia yang sombong diri.

Siapakah orang yang telah mati hatinya?
Orang yang telah mati hatinya adalah orang yang diberi petunjuk melalui ayat-ayat Qur'an, Hadits dan cerita2 kebaikan namun merasa tidak ada apa2 kesan di dalam jiwa untuk bertaubat.

Siapakah orang dungu kepala otaknya?
Orang yang dunggu kepala otaknya adalah orang yang tidak mau lakukan ibadat tapi menyangka bahwa Tuhan tidak akan menyiksanya dengan kelalaiannya itu dan sering merasa tenang dengan kemaksiatannya.

Siapakah orang yang kuat?
Orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan kemarahannya ketika ia di dalam kemarahan.

Siapakah orang yang lemah?
Orang yang lemah adalah orang yang melihat akan kemaksiatan di depan matanya tidak sedikit pun ada kebencian di dalam hatinya akan kemungkaran itu.

Siapakah orang yang bakhil?
Orang yang bakhil lagi kedekut adalah orang yang berat lidahnya untuk membaca shalawat keatas junjungan Rasulullah s.a.w.

Siapakah orang yang buta?
Orang yang buta adalah orang yang tidak mau membaca dan meneliti akan kebesaran Al Qur'an dan tidak mau mengambil pelajaran daripadanya.

Siapakah orang yang tuli?
Orang yang tuli adalah orang yang di beri nasihat dan pengajaran yang baik namun tidak diindahkannya.

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil berat akan waktu sholatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.

Siapakah orang yang manis senyumanya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabbi Aku ridho dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang menangis airmata mutiara?
Orang yang menangis airmata mutiara adalah orang-orang yang sedang bersendiri lalu mengingat akan kebesaran Tuhan dan menyesal akan dosa-dosanya lalu mengalir airmatanya.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak loba akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada sentiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang pandai?
Orang yang pandai adalah orang yang bersiap siap untuk hari kematiannya karena dunia ini berusia pendek sedang akhirat kekal abadi

Siapakah orang yang bodoh?
Orang yang bodoh adalah orang yang beriya-iya berusaha sekuat tenaga untuk dunianya sedangkan akhiratnya diabaikan.

Siapakah orang yang maju dalam hidupnya?
Orang yang maju dalam hidupnya adalah orang-orang yang senantiasa mempertingkat ilmu agamanya.

Siapakah orang-orang yang mundur hidupnya?
Orang yang mundur dalam hidupnya adalah orang yang tidak memperdulikan akan halal dan haramnya akan sesuatu perkara itu.

Siapakah orang yang gila itu?
Orang yang gila itu adalah orang yang tidak sembahyang karena hanya dua syarat saja yang memperbolehkan akan seorang itu meninggalkan sembahyang, pertama sekiranya ia haid dan kedua ketika ia tidak siuman akalnya.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikkan.

Siapakah orang yang selalu ditipu?
Orang yang selalu di tipu adalah orang muda yang menyangka bahwa kematian itu berlaku hanya pada orang tua.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan saujana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikkan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Minggu, 09 Agustus 2009

FIVE SIMPLE RULES TO BE HAPPY.


FIVE SIMPLE RULES TO BE HAPPY.

Lima peraturan sederhana untuk hidup bahagia.

Remember the five simple rules to be happy:
Ingatlah lima peraturan sederhana ini untuk hidup bahagia.

1. Free your heart from hated.
Bebaskan dirimu dari kebencian

2. Free your mind from worries.
Bebaskan pikiranmu dari kesusahan.

3. Live simply.
Hiduplah secara sederhana.

4. Give more.
Berilah lebih.

5. Expect less.
Kurangilah harapan.

No one can go back and make a brand new start.
Tiada seorangpun yang bisa kembali dan mulai baru dari awal.

Anyone can start from now and make a brand new ending.
Setiap orang dapat mulai saat ini dan melakukan akhir yang baru.

God didn't promise days without pain,
laughter without sorrow,
sun without rain,
but He did promise strength for the day,
comfort for the tears,
and light for the way.
Tuhan tidak menjanjikan hari2 tanpa sakit,
tertawa tanpa kesedihan,
matahari tanpa hujan,
tetapi Dia menjanjikan kekuatan untuk hari itu,
kebahagiaan untuk air mata,
dan terang dalam perjalanan.

Disappointments are like road humps,
they slow you down a bit
but you enjoy the smooth road afterwards.
Kekecewaan bagai "polisi tidur",
ini akan memperlambatmu sedikit
tetapi kau selanjutnya akan menikmati jalan rata.

Don't stay on the humps too long. Move on!
Jangan tinggal terlalu lama saat ada "polisi tidur". Berjalanlah terus !

When you feel down because you didn't get what you want,
just sit tight and be happy,
because God is thinking of something better to give you.
Ketika kau kecewa karena tidak memperoleh apa yang kaukehendaki,
terimalah dan bergembiralah,
karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk
dirimu.

When something happens to you, good or bad, consider what it means
....
Saat terjadi sesuatu padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah
artinya ....

There's a purpose to life's events, to teach you how to laugh more
or not to cry too hard.
Ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan,
mengajarmu bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu
keras menangis.

You can't make someone love you,
all you can do is be someone who can be loved,
the rest is up to the person to realise your worth.
Kau tidak dapat memaksa seseorang mencintaimu,
apa yang dapat kau perbuat hanyalah membiarkan dirimu untuk
dicintai,
selebihnya ada pada orang itu untuk menilai dirimu.

The measure of love is when you love without measure.
Ukuran cinta adalah saat kau mencintai tanpa batas.

In life there are very rare chances
that you'll meet the person you love and loves you in return.
Dalam kehidupan jarang akan kautemui seseorang
yang kaucintai dan orang itu mencintaimu juga.

So once you have it don't ever let go,
the chance might never come your way again.
Jadi sekali kau memperoleh cinta jangan lepaskan,
ada kemungkinan cinta itu tidak datang kembali.

It's better to lose your pride to the one you love,
than to lose the one you love because of pride.
Lebih baik kehilangan harga dirimu kepada orang yang mencintaimu,
daripada kehilangan orang yang kaucintai karena harga dirimu.

We spend too much time looking for the right person to love
or finding fault with those we already love,
when instead we should be perfecting the love we give.
Kita terlalu mem-buang2 waktu untuk men-cari2 orang yang sesuai
untuk dicintai
atau melihat kesalahan2 pada orang yang telah kita cintai,
dari pada malah seharusnya kita menyempurnakan cinta yang kita
berikan.

When you truly care for someone,
you don't look for faults,
you don't look for answers,
you don't look for mistakes.
Jika kau sungguh2 peduli pada seseorang,
janganlah kau men-cari2kekurangan2nya ,
kau jangan men-cari2 alasan,
kau jangan men-cari2 kesalahan2nya.
Instead,
you fight the mistakes,
you accept the faults,
and you overlook the excuses.
Malahan,
kau atasi kesalahan2 itu,
kau terima kekurangan2 itu
dan jangan kau hiraukan alasan2 itu.

Never abandon an old friend.
You will never find one who can take his place.
Jangan pernah meninggalkan rekan lama.
Kau tidak akan pernah men-dapat penggantinya.

Friendship is like wine, it gets better as it grows older.
Persahabatan adalah bagai anggur, tambah lama akan tambah baik.

Minggu, 26 Juli 2009

24 Selingan dalam Hidup

24 Selingan dalam Hidup


1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.

2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat
merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya
dari alam mimpi dan memeluknya dalam
alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,
pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah
seperti yang kamu inginkan, karena
kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan
untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup
untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk
membuatmu kuat, kesedihan yang cukup
untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup
untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk
membeli hadiah-hadiah.

5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang
lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu
lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat
pintu lain yang dibukakan bagi kita.

6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk
berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan
sepatah katapun, dan kemudian
kamu meninggalkannya dengan perasaan telah
bercakap-cakap lama dengannya.

7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang telah
kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh
benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah
kita miliki sampai kita
mendapatkannya.

8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain.
Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal
itu menyakitkan hati orang itu pula.

9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut
perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan
suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada
tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang
penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.

10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita
cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya
menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita
hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita
temukan di dalam dia.

11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu
memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha
menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir
dalam hidupnya.

12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan
beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang
yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima
kasih atas karunia itu.

13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir
seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari
untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu
seumur hidup untuk melupakan seseorang.

14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis,
mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan
mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang
menghargai pentingnya orang-orang yang
pernah hadir dalam hidup mereka.

15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah,
romantika dan masih tetap peduli padanya.

16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika
kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan
mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya
dan kamu harus melepaskannya.

17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh
dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air
mata.

18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap
sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih
percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka
yang masih mencintai sekalipun pernah
disakiti hatinya.

19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak
mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah
mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki
keberanian untuk mengutarakan cintamu
kepadanya.

20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada
masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus
dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan
sakit hati di masa lalu.

21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika
kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika
kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan
kamu tidak mencintainya lagi jika
kamu masih tidak dapat melupakannya.

22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang
bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu ! Jangan
mengharapkan balasan cinta, tunggulah
sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak,
berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.

23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi
tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu
harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah
menulikan telinga untuk mendengar dari
orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.

24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di
sekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga
pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan
orang-orang di sekelilingmu menangis.

Kamis, 02 Juli 2009

AKU DAN DIRIKU


Aku adalah seorang manusia perasaan. Seorang pengagum. Aku menarik napas pajang apabila menyaksikan pemandangan yang indah. Jiwaku bergetar memandangi matahari terbenam. Aku menangis dikala menyanyikan lagu spiritual

Tidak semua orang menyadari, bahwa jalan untuk mendekatiku adalah semata-mata melalui hati yang ikhlas. Tidak semua orang menyadari, bahwa aku ini tak ubahnya seperti anak kecil. Berilah aku sebuah pisang dengan sedikit simpati yang keluar dari lubuk-hatimu, tentu aku akan mencintaimu untuk selama-lamanya.

Aku menjadi orang yang paling menyenangkan didunia ini, apabila aku merasakan arus persahabatan,sirnpati terhadap persoalan-persoalanku, pengertian dan penghargaan datang menyambutku. Sekalipun ia tak diucapkan, ia dapat kurasakan. Dan sekalipun rasa-tidak-senang itu tidak diucapkan, aku juga dapat merasakannya. Dalam kedua hal itu aku bereaksi menurut instink. Dengan satu perkataan yang lembut, aku akan melebur. Aku bisa keras seperti baja, tapi akupun bisa sangat lunak.

Kamis, 07 Mei 2009

TIPS BELAJAR YANG BAIK & MENYENANGKAN


TIPS BELAJAR YANG BAIK & MENYENANGKAN
Oleh
Mohammad Agus Salim El Bahri

Belajar adalah suatu hal yang menyulitkan bagi sebagian orang karena belum mampu mengatur waktu yang baik. Belajar akan terasa mengasikkan kalau kita tahu cara dan waktu yang baik untuk belajar dimana pikiran dan hati menyatu untuk menerima apa yang kita pelajari. Berikut tips belajar yang baik:
  1. Harus punya Niat untuk belajar. Niat menentukan kesungguhan anda belajar.
  2. Harus ada Kesempatan untuk belajar. Luangkan waktu anda walaupun Cuma 30 menit perhari untuk belajar. Mustahil anda punya niat untuk belajar kalau anda tidak punya kesempatan untuk melakukannya, ingat kesempatan tidak akan hadir dua kali. Jika anda punya kesempatan maka gunakan dengan baik untuk terus membaca jurnal dan artikel ataupun buku-buku untuk menambah ketajaman memori anda dengan informasi yang terbaru. Dan juga luangkan waktu untuk bertukar pikiran dengan teman dan guru anda
  3. Harus punya Cinta. Segala sesuatu akan terasa indah dan menyenangkan jika dilakukan dengan cinta. Karena cinta itu adalah menyatunya alam pikiran dan hati. Pelajaran akan sulit masuk jika alam pikiran dan hati tidak menerimanya walaupun anda punya niat dan kesempatan.
  4. Tahu Waktu yang baik dan enak untuk belajar. Jika terasa lelah, jangan paksakan diri anda untuk belajar,karena alam pikiran dan hati anda akan gelisah dan tidak tenang. lebih baik istirahat sebentar terus kembali lagi belajar. Ingat komponen tubuh anda punya hak untuk tenang/istirahat, maka penuhilah hak-hak mereka.
Berikut waktu yang asik dan menyenangkan untuk belajar:
  • Sebelum tidur, gunakan waktu anda untuk membaca sambil menunggu mata anda benar-benar mengantuk. Kalau sudah mengatuk cepatlah tidur, tidurnya orang normal 6-7 jam sehar-semalam. cepatlah tidur dan cepatlah bangun. Kenapa anda disarankan membaca sebelum tidur? Karena memori ingatan seseorang yang tidak sulit dilupakan adalah pekerjaan terakhir yang dilakukannya.
  • Ditengah malam atau dinihari. Suasana dalam waktu tersebut sangat tenang dan sunyi sehingga alam pikiran (memori) dan hati anda akan cepat menerima.
  • Setelah bangun tidur. bangun tidur badan terasa enak dan segar, maka gunakanlah waktu setelah bangun tidur untuk belajar.
  • Makan makanan yang sehat, bergizi dan teratur. Makanan yang bergizi yang mempengaruhi semangat anda untuk belajar, teratur akan membuat badan anda rilex, enak dibawa.

Inilah tips sederhana, semoga bermanfaat.

Rabu, 18 Februari 2009

PENDIDIKAN YANG BERBUDAYA INDONESIA


PENDIDIKAN YANG BERBUDAYA INDONESIA

Oleh

Mohammad Agus Salim El Bahri


Long Life Education, kalimat yang telah kita kenal sejak dulu sampai saat ini, apalagi bagi pemerhati pendidikan. Pendidikan sepanjang hayat, itulah arti bebas dari kalimat tersebut. Pentingnya pendidikan dalam hidup dan kehidupan manusia telah menjadikannya salah satu kebutuhan pokok manusia. Manusia yang tak mempunyai pendidikan bagaikan makhluk yang raganya saja seperti manusia. Beberapa ajaran agama juga mewajibkan manusia untuk mengecap pendidikan setinggi-tingginya, bahkan dikatakan oleh nabi SAW"tuntutlah ilmu mulai dari ayunan sampai ke liang lahat."dan juga “tuntulah ilmu walaupun sampai ke negeri cina” Lebih dari itu, kini telah dipercaya bahwa bayi dalam kandungan ibunya mampu untuk berinteraksi dengan alunan suara syahdu di luar kandungan

Kita tidak boleh lupa bahwa pendidikan bukan hanya kejadian sekali saja bagi seseorang yang berusia dibawah 18 tahun. Konsensus baru harus didasarkan pada akses yang luas terhadap pendidikan tinggi dan peluang berkesinambungan bagi setiap orang dewasa untuk belajar sepanjang hayat(Mantan P.M . Tony Blair)

Pentingnya pendidikan tidak hanya untuk disuarakan dan disyiarkan melalui kalimat dan jargon, namun perlu langkah nyata dalam kehidupan kita. Realisasi keberadaan anasir-anasir pendukung terhadap tercapainya suatu tuntutan terhadap pentingnya pendidikan harus segera dilakukan. Kebijakan-kebijakan dalam sistem pendidikan harus memenuhi unsur aktualitas dan berdaya guna. Konsep pendidikan sepanjang hayat menjadi panduan dalam meninggikan harkat dan martabat manusia dengan pendidikan, termasuk manusia Indonesia. Anak-anak bangsa ini tak boleh tertinggal dengan bangsa lainnya di dunia, oleh karena itu pendidikan sejak dini harus ditanamkan kepada mereka.

Tujuan terpenting pendidikan adalah belajar bagaimana belajar (Luis Alberto Machado, Ph.D)

Dalam kontek keindonesiaan dimana pendidikan di Indonesia pernah mencapai masa keemasan dimasa kerajaan Sriwijaya, kerajaan Mojopahit dimana pada masa tersebut menjadi pusat pendidikan Hindu-Budha, di Zaman kerjaaan Samudera Pasai menjadi pusat pendidikan islam nusantara, bukan kah ini sebuah kebanggaan bagi bangsa yang pernah menjadi pusat budaya yang memanusiakan manusia sebagai akibat dari tingginya ilmu pengetahuan pada masanya.

Pada masa prakemerdekaan Ki Hajar Dewanatara ingin mengembalikan pendidikan yang menjadi satu-satunya cara agar Indonesia meraih kemerdekaannya, sehingga bangsa ini tidak dijajah oleh pihak manapun yang ingin meraih keuntungan dibalik kebodohan bangsa. RM. Suwardi Suryaningrat rela melepas status kebangsawananya menjadi Ki Hajar Dewantara agar lebih merakyat dan sukses merubah kehidupan berbangsanya dalam waktu cukup singkat kurang lebih 23 tahun, kalau kita masih ingat perjuangan Ki Hajar hampir sama dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW yang selama 23 tahun berhasil merubah kehidupan bangsa arab dari kejahiliyahan ke bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan (Islam)

Ki Hajar Dewantara yang dikenal sebagai bapak pendidikan nasional sekaligus pendiri perguruan Tamansiswa ini, sejak sebelum kemerdekaan negara kesatuan Republik Indonesia telah melakukan terobosan baru dalam perjuangan berbangsa dan bernegara yang sebenarnya jauh dari apa yang seharusnya dilakukan oleh banyak orang pada umumnya pada saat itu, ialah menanamkan jiwa merdeka dan membangkitkan jiwa nasionalisme pada setiap warga bangsa. Oleh sebab itu, apapun yang dilakukan oleh suatu bangsa, termasuk di dalamnya upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan, hendaknyalah bermuara pada upaya menanamkan jiwa merdeka dan nasionalisme dalam berbangsa dan bernegara. Merupakan suatu hal yang mustahil, apabila kita berupaya merengkuh kemerdekaan yang hakiki, namun didalam diri kita tidak terdapat jiwa merdeka dan nasionalisme yang tinggi.

Ki Hajar Dewantara dengan Tamansiswanya telah menyerukan bangsa Indonesia kembali kepada kepribadian nasionalnya. Supaya bangsa Indonesia menempuh jalan kehidupan menurut garis hidupnya. Kembali kepada kepribadian nasionalnya berarti kembali kepada garis hidupnya, menurut kodrat alamnya. Dengan jalan nasional orang akan lebih cepat maju dari pada hanya menjadi peniru hidup orang asing yang melambatkan kemajuan itu. Dengan berani dan mau menerima alat dan teknik dari orang dan bangsa lain, dengan cara dan jiwa kepribadian sendiri, suatu bangsa akan lebih cepat maju.

Pendidikan di sekolah/kampus merupakan salah satu upaya menanamkan jiwa merdeka , disamping pendidikan pendidikan keluarga dan pendidikan dalam lingkungan pergaulan (masyarakat). Untuk mampu menanamkan jiwa merdeka, maka aspek-aspek kemanusiaan peserta didik hendaknyalah digarap sedemikian rupa, sehingga pada akhirnya mencapai keserasian, keseimbangan dan keselarasan antara pengembangan aspek jasmani dan rohani, dimana dalam aspek rohani terkandung didalamnya kemampuan cipta, rasa dan karsa. Dengan demikian, maka intelektualisme akademik yang semata-mata memacu kemampuan kognitif adalah mengingkari tujuan terbentuknya jiwa merdeka.

Dengan trilogi pendidikan yang menjadi prinsip dasar dalam pendidikan Tamansiswa yang berbunyi “ Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”. Dalam trilogi pendidikan, seorang guru harus mempunyai perilaku konsisten dan konsekuen, jujur , adil, bertanggung jawab, bersatunya kata dan perbuatan (menjadi teladan), bersedia berada paling depan pada saat menghadapi kesulitan dan berada paling belakang (menikmati paling akhir) ketika menghadapi kesenangan sehingga dapat memberi pengaruh baik kepada anak didiknya. Guru harus mampu membangkitkan motivasi (memberdayakan) sekaligus pandai “mengemong”,serta memberikan ketentraman lahir dan batin bagi anak didiknya.

Nilai-nilai budaya luhur Indonesia yang telah ditarapkan di tamansiswa haruslah(menasional) menjadi ciri khas pendidikan Indonesia bukan sebatas komersialisasi pendidikan yang terjadi selama ini yang banyak di pengaruhi oleh politik kekuasaan. Kalau pendidikan sudah masuk dalam dunia politik kekuasaan maka tunggulah masa kehancuran pendidikan. Dalam hal pendidikan kebudayaan ditamansiswa ada Trikon (kontinuita, konvergensi dan konsentrisita) yang seharusnya lebih menasional sehingga hasil didikan di sekolah/kampus menghasil intelektual yang punya jiwa merdeka dan nasionalis serta madani.

Pendidikan harus diperbaharui (Charles Handy)

Melalui sistem among tamansiswa meletakkan pendidikan sebagai alat dan syarat untuk anak-anak hidup sendiri dan berguna bagi masyarakat dimana pengajaran bagi tamansiswa berarti mendidik anak agar menjadi manusia yang merdeka batinnya, merdeka pikirannya dan merdeka tenganya. Guru/ pamong jangan hanya memberi pengetahuan yang perlu dan baik saja, akan tetapi harus juga mendidik anak/murid agar dapat mencari sendiri pengetahuan itu dan memakainya guna amal keperluan umum. Pengetahuan yang baik dan perlu itu yang bermanfaat untuk keperluan lahir dan batin dalam hidup bersama. Seperti yang pernah di ungkapkan oleh Ki Hajar “manusia jangan kalah sama cecak, walaupun cecak tak pernah sekolah, toh tidak pernah jadi penganggur”

Hal ini berarti bahwa setiap orang perlu mengembangkan keterampilan yang menjadikan dirinya benar-benar siap dan dapat bekerja-menjadi orang-orang ‘MERDEKA’ (yang tidak tergantung pada orang lain) secar ekonomi. Menjadi ‘PENGUASA’ keadaan dan lingkungan, bukannya menjadi korban keadaan dan lingkungan. Menguasai perubahan ketimbang melawannya.

Abad prestasi berada dalam genggaman kita-tetapi tergantung pada ETIKA Pendidikan (Mantan PM. Tony Blair)

Sistem pendidikan sekarang yang dipengaruhi oleh kekekuasan politik membuat pendidikan Indonesia amburadul dan keluar dari cultur dan faham trilogi pendidikan yang menjadi prinsip dasar pendidikan tamansiswa dan nasional. Sehingga Ketika sebuah negara seperti Indonesia sedang terpuruk, hampir semua sepakat untuk menyoroti Pendidikan sebagai salah satu biang keladi utama. Tapi, apakah semua sudah sepakat dan sepaham tentang apa itu Pendidikan? Apakah Pendidikan itu sama seperti ketrampilan atau keahlian di sebuah bidang tertentu? Apakah Pendidikan itu berarti paham pemikiran logika dan sistematis, yang hanya mengandalkan fungsi otak kiri saja? Apakah Pendidikan hanyalah sebuah sarana untuk mendapatkan Ijazah formal dan pekerjaan agar dapat membiayai diri sendiri (dan keluarga) untuk hidup layak?

Di Indonesia, masalah pendidikan sudah sangat pelik. Dari kurangnya komitmen politik pemerintah untuk memenuhi anggaran pendidikan minimal 20% dari total anggaran pendapatan dan belanja negara sesuai amanat Undang-Undang Dasar sampai ditudingnya Departemen Pendidikan sebagai salah satu sarang utama korupsi. Dari mewah fasilitas sekolah dan mahalnya biaya pendidikan sampai begitu banyaknya bangunan sekolah yang hampir roboh dimakan usia atau korupsi. Dari pendidikan yang disisipi indoktrinasi pemahaman tertentu sampai pendidikan disamakan dengan sekedar transfer Ilmu Pengetahuan semata. Jadi apakah pendidikan itu? Sistem pendidikan seperti apakah yang cocok diterapkan di Indonesia ini?

Pendidikan bukanlah (hanya) transfer of knowledge ada sebuah penelitian di Amerika Serikat yang melaporkan bahwa, peran otak kiri, yang berkaitan dengan logika dan intelektual, pada keberhasilan seseorang dalam mencapai kesuksesan hanya 4%. Porsi terbesar untuk mencapai kesuksesan yakni 96% didominasi peran otak kanan yang berkaitan dengan kreativitas dan inovasi. Dan itu telah diterapkan dalam pendidikan tamansiswa dengan sistem amongnya dan menjadi prinsip dasar pendidikan di indonesia.

Seorang manusia yang berpikir dan mengetahui cara berpikir selalu dapat mengalahkan sepuluh orang yang tidak berpikir dan tidak mengetahui cara berpikir, (George Bernard Shaw)

Sayangnya, pola pendidikan yang dapat membantu perkembangan otak kanan kurang diperhatikan di Indonesia akibat dari pendidikan yang politisir oleh para penguasa. Oleh karena itu, pengembangan emosi dan kepribadian yang dapat menuntun seseorang menjadi manusia arif dan bijaksana menjadi terlalaikan. Padahal, untuk bisa membangun suatu bangsa yang kuat diperlukan orang yang tidak hanya berintelektual tinggi, tetapi juga peka terhadap kondisi yang terjadi. Selain itu, bangsa Indonesia pun memerlukan orang yang punya kebijaksanaan tinggi untuk dapat menghadapi segala persoalan dengan tepat. Keseimbangan antara fungsi otak kiri dan otak kanan sangat ditentukan oleh pola pendidikan jenis apakah yang diterima seorang murid.

Pendidikan adalah sesuatu yang tersisa setelah melupakan semua yang telah dipelajari di sekolah. (Albert Einstien)

Tapi pola pendidikan ideal seperti ini sangat langka di Indonesia yang cenderung lebih mengarah pada transfer of knowledge daripada pendidikan dalam arti membimbing seorang anak didik menjadi manusia yang mengenal dirinya sendiri tapi peka terhadap apa yang terjadi dengan lingkungan sekitar dirinya.

Pendidikan bukanlah Indoktrinisasi Pemahaman, Di Indonesia banyak sekali lembaga pendidikan yang didirikan oleh lembaga-lembaga agama dengan tujuan secara langsung maupun tidak langsung untuk menanamkan doktrin-doktrin agama dalam benak anak didik dari usia muda. Hal ini patut disesalkan karena dikhawatirkan kelak anak-anak tersebut tidak mampu mengapresiasi keberagaman yang diciptakan oleh Tuhan di dunia ini. Diperparah pula oleh timbulnya perda-perda syariat yang seakan melegalisir pemisahan bagi para siswa di sekolah. Dan, hasilnya adalah konflik antar agama, konflik horisontal antar kelompok masyarakat hanya karena berbeda dengan dirinya. Perbedaan yang semestinya menjadi rahmat keberagaman bagi umat manusia, malah menjadi kutukan dan penyebab perang di antara umat manusia.

Pendidikan bukanlah hanya untuk orang kaya saja, Sekolah favorit selalu menjadi incaran orangtua murid untuk menyekolahkan anaknya di sana. Kenapa? Karena dengan bersekolah di sekolah favorit maka kemungkinan besar, sang murid akan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak di masyarakat dan menjadi kaya. Jadi apakah kita berpendidikan hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak? Bila jawabannya tidak, tapi kenyataannya bahwa banyak sekolah-sekolah yang menawarkan fasilitas dan kelas ketrampilan tambahan menjadi sekolah-sekolah favorit walaupun bertarif sangat mahal. Dan, hanya orang-orang kaya saja yang mampu menyekolahkan anak-anaknya di sana karena banyak juga perusahaan yang hanya mau mempekerjakan para lulusan dari sekolah-sekolah favorit saja. Pola pikiran seperti ini hanya menimbulkan ekses-ekses bahwa hanya orang kaya saja yang mampu mendapatkan pendidikan. Jelas ini bertentangan dengan Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, sila ke-2 dari Pancasila.

Pendidikan yang diterapkan disekolah maupun di kampus telah menimbulkan ketidakadilan bagi pelajar itu sendiri karena kemerdekaannya dalam berpikir dan berkarya selalu di kekang oleh sistem yang hanya melihat prestasi dari dari satu sisi sedangkan sisi lain diabaikan, contohnya dalam hal UAN pemerintah hanya mengukur tingkat keluluasan para siswa dari nilai ujian akhir padahal yang lebih tahu para siswa lulus atau tidak lulus hanya guru disekolah tersebut yang bersama selama beberapa tahun. Belum lagi dari sarana dan prasarana harus dilihat, harus membedakan tingkat daya serap informasi & teknologi serta pergaulan di kota dan pedalaman. .Sebaiknya UAN itu hanya untuk mengukur tingkat prestasi para siswa secara nasional bukan mengukur kelulusan.

Sekolah kini tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi anak-anak. Guru menjadi agen pengawas, penindas, merendahkan martabat siswa. Sekolah menjadikan lembaga yang mematikan bakat dan gairah anak untuk belajar. (Prof. Kurt Siregar)

Dikampus banyak terjadi permasalahan yang nota bene mahasiswa adalah tingkat advance dimana para siswa bisa menalaah atau menafsirkan dan mengembangkan pemahamannya tentang suatu teori. Mereka seharusnya lebih ditekankan bagaimana cara mereka belajar bukan pada apa yang mereka pelajari.

Para pelajar boleh jadi belajar dalam berbagai cara yang berbeda-tetapi satu hal yang sama-sama mereka miliki adalah pendekatan aktif terhadap pembelajaran. Mereka tidak pernah duduk dengan pasif mendengarkan atau membaca. Mereka senantiasa bertanya kepada diri sendiri, serta selalu melakukan sesuatu untuk meyakinkan diri bahwa mereka telah mendapatkan fakta-fakta dalam cara yang sesuai dengan pilihan-pilihannya. Terserah bagaimana cara mereka memastikan diri bahwa mereka sudah memperoleh informasi dengan cara mereka sendiri yang paling mudah dalam memperoleh dan mengingatnya.

Melalui tindakan anda menciptakan pendidikan anda sendiri. (David B. Ellis)

Jangan bikin aku berjalan ketika aku ingin terbang.(Galena Dolva)

Sebuah contoh, Sistem pengajaran dan penilaian para dosen di sebuah universitas dimana banyak penyimpangan dari prinsip dasar pendidikan. Kepuasan mahasiswa dalam belajar di univesitas berkurang karena beberapa sebab, antara lain mayoritas cara pengajaran yang membosankan sehingga hasilnya mahasiswa tidak bisa menjawab soal waktu ujian, begitu juga dalam penilaian kadangkala menggunakan sistem random sehingga membuat sebagian mahasiswa menanyakan bagaimanakah cara penilaian dosen itu? “Kok, seperti ini nilaiku padahal aku yakin jawabanku benar” ada juga kasus dimana sejumlah mahasiswa sampai mengulang mata kuliah tertentu samapi 2-3 kali tapi nilainya sama bahkan tambah buruk, padahal mereka mengulang hanya untuk memperbaiki nilai, bukankah mengulang salah satu bentuk usaha? Dimana cara dosen menghargai usaha mahasiswanya?. Ada kasus lain dimana sejumlah mahasiswa mengumpulkan tugas mata kuliah tertentu, tapi nilainya juga tidak memuaskan. Terus mahasiswa tersebut berkata “Kok seperti ini cara menghargai karya mahasiswa? Padahal aku telah berusaha dengan sebaik mungkin tapi nilainya??? Bukankah ini juga menyangkut nama baik univesitas tersebut didunia kerja nasional, kalau nilainya tidak meyakinkan untuk masuk dan diseleksi, bagaimana bisa di terima jadi PNS atau pegawai lainnya? Dan pada akhir lulusan universitas tersebut menjadi kerdil dan minder dalam menghadapi dunia kerja. Padahal lulus dan segera mendapatkan kerja merupakan tujuan kami kuliah, kami datang dari daerah yang jauh untuk memperbaiki daerah dan masa depan kami. Itu semua merupakan sebuah pertanyaan besar bagi para calon pemimpin ini.

Seorang manusia yang berpikir dan mengetahui cara berpikir selalu dapat mengalahkan sepuluh orang tidak berpikir dan tidak mengetahui cara berpikir. (George Bernard Shaw)

Lebih-lebih pada zaman sekarang ada penagaruh negatif yang diakibatkan oleh ProgramTelevisi (TV) yang tidak mendidik. Apabila acara TV telah menyedot perhatian anak pada jam-jam efektif belajar. Berdasarkan survey bahwa anak-anak usia sekolah dasar perkotaan menghabiskan waktunya 43% untuk menonton acara TV pada jam-jam belajar. Mereka menjadi sasaran produser film dan iklan-iklan consumer good. Celakanya, program-program TV negara ini dipenuhi hal-hal berbau klenik, perdukunan, kekerasan, budaya instan, pola hidup konsumtif, dll. Sehingga tidak mengherankan bila masyarakat kita mudah sekali ditipu oleh sms-sms berhadiah karena ingin cepat kaya (budaya instan), oleh iklan-iklan yang menimbulkan keinginan berbelanja barang-barang yang tidak diperlukan (konsumtif), bertikai dengan kekerasan karena berbeda, dan mudah dibodohkan oleh cerita-cerita gaib ilmu perdukunan.

Maka dari itu perlu sebuah solusi yaitu mengembalikan sistem pendidikan Indonesia ke aslinya yang berbasis budaya Indonesia.dimana pendidikan yang bertujuan memberi kebebasan anak didik untuk mengembangkan diri tidak saja secara intelektual, tapi juga memfasilitasi perkembangan jiwa dan raga secara keseluruhan sehingga tercipta manusia Indonesia yang berkarakter kuat yang mampu mengangkat harkat bangsa. Mewujudkan manusia merdeka seperti ungkapan Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, "Manusia merdeka yaitu manusia yang hidupnya lahir atau batin tidak tergantung kepada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri."

Pendidikan itu bukan suatu pemaksaan. Inilah yang paling menyentuh dan paling relevan dari pandangan Ki Hajar Dewantara dalam alam demokrasi. Artinya jangan memaksakan dan mematikan perkembangan alamiah anak didik. Akan tetapi, pendidikan harus bisa mengembangkan kemampuan dan potensi yang ada pada anak didik. Oleh sebab itu, pendidikan dengan pemaksaan harus diganti dengan pendidikan yang bersifat Among Sistem. Yakni sistem yang memerdekakan pikiran, semangat, dan kreativitas anak didik. Pada zaman dulu kita melihat guru dating kepada murid untuk mengindoktrinasi. Jika anak itu tidak menguasai pelajaran, ia mendapat hukuman. Kalau anak itu bisa menjawab, ia memperoleh hadiah. Sistem seperti harus diganti, karena dinilai tidak mendidik, tidak memerdekakan pikiran, semangat dan kreativitas serta karya anak didiknya.

Guru wajib mengasuh anak didiknya, mengasah kodrati secara alamiah. Guru juga wajib mendorong anak didiknya dengan metode Ki Hajar Dewantara, yakni ing ngarsa sung tuladha, maksudnya bila seseorang berada di depan diharapkan mampu menjadi teladan atau contoh yang baik bagi anak didik/ anak buah atau pengikutnya, ing madya mangun karsa, maksudnya seseorang level menengah diharapkan mampu menuangkan gagasan dan ide-ide yang baru untuk mendukung program yang sudah diterapkan, tut wuri handayani, maksudnya jika posisi kita berada dibelakang, diharapkan ikut mendukung program-program yang sudah ditetapkan, tidak justru menjegal agar gagal.

Seperti yang telah di ungkapkan oleh Luis Alberto, Ph. D bahwa tujuan pendidikan adalah belajar bagaimana belajar karena ketika sesorang mempelajari cara belajar, kepercyaan dan keyakinan dirinya meningkat. Ketika seseorang mempelajari cara belajar, mereka tidak hanya bisa menghadapi teknologi baru dan perubahan, bahkan mereka menyambut baik kedatangannya. Dia memperoleh kemampuan dasar untukmenjadi pembelajar yang mampu mengatur diri, dan kemampuan dasar untuk meningkatkan pengembangan pribadi. Mereka memiliki kekuatan untuk berubah dari konsumen pendidikan yang pasif menjadi pengelola pembelajaran dan kehidupan yang aktif bagi diri sendiri.

Bila sekarang Pendidikan Barat memperkenalkan istilah PQ, IQ, EQ, SQ, tapi Budaya Nusantara mengenal istilah Sembah Raga, Sembah Rasa dan Sembah Cipta dari karya agung Kitab Wedhatama karya KGPA Mangkunegara IV sejak abad ke-19, Pendidikan yang baik akan menempa seorang siswa agar mampu hidup mandiri tanpa tergantung orang lain dan sebenarnya, negara Indonesia tidak perlu mengadopsi kurikulum pendidikan bangsa lain, yang belum tentu cocok diterapkan di Indonesia, tapi cukup mengembangkan sistem pendidikan nasional yang mampu membentuk karakter manusia Indonesia seutuhnya. Salah satunya adalah Pelajaran Budi Pekerti seperti yang pernah diterapkan dalam kurikulum nasional oleh Bapak Ki Hajar Dewantara, pendiri Perguruan Taman Siswa.

Disamping itu, para pendidik sama-sama mempunyai filosofi pendidikan dimana melihat dengan arif dan bijaksana bahwa:

  • Para siswa pertama-tama dan terutama harus belajar “belajar bagaimana belajar” dan belajar bagaimana berpikir.

  • Belajar harus menyenagkan disamping membangun percaya diri.

  • Pengetahuan harus disampaikan dengan pendekatan multi-sensori dan multi-model dengan menggunakan berbagai bentuk kecerdasan.

  • Orang tua khususnya dan masyarakat umumnya harus terlibat sepenuhnya dalam pendidikan anaknya.

  • Sekolah harus menjadi persiapan sebenarnya bagi dunia yang sebenarnya. Prinsip-prinsip Manajemen Kualitas Total (MKT) dalam berbisnis harus mengilhami dunia persekolahan.


Sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan mampu menghasilkan:

  1. Pengetahuan. Anda perlu mengumpulkan fakta yang selalu berkembang untuk memahami apa yang tengah anda pelajari dan yang dengannya anda dapat mensistesis solusi yang kreatif.

  2. Keterampilan. Keterampilan menjadikan pengetahuan dapat bekerja. Yang termasuk didalamnya adalah belajar bagaimana belajar, cara berpikir analitis dan kreatif, menulis, membaca, keterampilan computer, keterampilan berkomunikasi, dan kemampuan untuk mengetahui hubungan-hubungan dalam sistem. Keterampilan memungkinkan siswa menjadi pembelajar yang mampu mengatur, mengelola dan memotivasi diri.

  3. Kebijaksanaan. Kemampuan untuk menentukan prioritas, kemampuan untuk menganggarkan waktu secara effektif, kemampuan untuk menafsirkan dan membuat pertimbangan, kemampuan bersikap fleksible dan berpikiran terbuka. Kebijaksanaan adalah kemampuan untuk menganalisis pengalaman dan bertindak atas dasar kesimpulan-kesimpulan.

  4. Karakter. Karakter sangat sering didefinisikan sebagai sifat-sifat seperti jujur, percaya diri, kesediaan bekerja sama, tekun, empati, kemampuan untuk bekerja dalam tim, kemapuan menetapkan tujuan yang realistic dan integritas. Singkatnya, semua sifat dan perilaku yang baik.

  5. Kematangan Emosi. Kemampuan untuk mengenali, mengungkapkan dan mengelola suasana hati dan emosinya sendiri dan merespons orang lain secara simpatik, menunda kepuasan sesaat; mengelola stress, rasa marah dan cemas, menyelesaikan konflik secara rasional dan bersikap tegas tanpa mesti agresif.


Terima kasih