Senin, 19 Maret 2012

Agar engkau menjadi wanita tercantik didunia

***```Agar engkau menjadi wanita tercantik didunia```***

Dengan kecantikanmu, engkau lebih indah dari matahari,,,
Dengan akhlakmu, engkau lebih harum dari aroma minyak misik,,,
Dengan rendah hatimu , engkau lebih mulia dari bulan,,,dan
Dengan lelembutanmu, engkau lebih lembut dari rintik hujan,,,

Maka , jagalah kecantikanmu dengan keimanan, kerelaan dalam menerima apa yang ada dengan senang hati , dan harga dirimu dengan jilbab.
Ketahuilah , perhiasanmu bukanlah emas atau perak, tetapi dua rakaat menjelang subuh, dahagamu ditengah hari yang panas saat berpuasa, dermamu yang tersembunyi dan hanya diketahui oleh Allah semata, air mata tobat, sujud panjang di atas karpet ibadah dan rasa malumu kepada Allah tatkala tergoda oleh bisikan nista dan ajakan setan,Kenakanlah pakaian takwa, maka engkau akan menjadi wanita tercantik didunia, meskipun bajumu terkoyak.Kenakanlah mantel kesantunan, agar engkau menjadi wanita tercantik di dunia, kendati engkau tak memakai alas kaki.

Berhati-hatilah terhadap wanita pelacur, kafir, suka menipu dan melancong.Sungguh mereka adalah bahan bakar neraka Jahanam.

Minggu, 18 Maret 2012

‎~* SEDEKAH YANG KUSESALI ~*

Diriwayatkan, seorang shahabiyah (kalangan sahabat Nabi dari perempuan) baru saja kehilangan suaminya.
Setelah upacara pemakaman, masih dengan suasana hati yang diliputi duka cita, ia mendekat ke sisi Nabi SAW dan bertanya dengan setengah berbisik, "Ya Rasulullah, di detik-detik menjelang kepergian suamiku, dalam sekaratnya ia memberikan isyarat supaya aku mendekat. Akupun mendekatkan diri kepadanya, untuk mendengarkan apa yang akan dikatakannya.

Tetapi yang aku dengar adalah ucapan-ucapan yang sama sekali tidak aku mengerti. Ia berkata, Akh seandainya yang baru, akh seandainya semuanya, dan akh seandainya masih jauh.A pakah ucapan suami saya itu semacam wasiat ya Rasulullah? Tapi aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dia maksudkan.

Rasulullah terdiam sejenak, sembari tersenyum beliau bersabda, "Pernah suatu hari, suamimu berbelanja ke pasar. Ia membeli sebuah mantel baru. Dalam perjalanan pulang ke rumah, ia melihat seseorang yang duduk terpojok di sudut jalan. Ia meringkuk tampak sangat kedinginan. Suamimu menjadi iba dan kemudian memberikan mantelnya yang lama. Dalam sekaratnya, ia diperlihatkan oleh Allah balasan pahala dari amalannya itu. Ketika melihat penampakan balasan dari Allah, sekonyong-konyong timbul rasa sesal dalam dirinya, mengapa ia tidak memberikan saja mantelnya yang baru, tentu balasan dari Allah akan lebih besar. Ia pun berkata, Akh, seandainya yang baru!

Nabi SAW melanjutkan, "Pernah suatu hari lagi, suamimu kembali dari pasar. Rejeki yang ia dapatkan hari itu ia belikan sepotong roti. Ia berencana membawakannya untukmu dan keluarga. Namun dalam perjalanan, ia melihat seseorang yang terbaring lemah karena lapar. Ia pun menjadi iba, dan memberikan sebagian roti buatnya. Sebagiannya lagi ia bawa pulang. Dalam sekaratnya, ia diperlihatkan oleh Allah balasan dari amalannya itu. Ia pun kembali menyesal, andainya saja ia memberikan semuanya, pasti balasan Allah lebih besar lagi. Ia pun berkata, Akh, seandainya semuanya.

Selanjutnya, "Di hari yang lain, suamimu dalam perjalanan menuju masjid, dengan arah yang sama ditemuinya seorang tua yang tampak kepayahan dan tertatih-tatih melangkahkan kakinya. Suamimupun menawarkan diri untuk membantu, dan digendongnya orang tua yang lemah itu menuju masjid. Ketika diperlihatkan oleh Allah balasan dari amalan perbuatannya itu, ia kembali menyesal dan berharap seandainya saja jarak masjid itu lebih jauh, ia akan mendapat balasan pahala yang lebih banyak. Dalam penyesalannya ia berkata, Akh, seandainya masih jauh.

Akankah kita nanti akan menyesal ketika diperlihatkan balasan sedekah kita yang "uang receh" dan " uang lecek"..??

*""*HaTi DaN KuNcINyA *""*

"Bagaimana cara agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya meluas kedalam dada ,serta dapat membuka pintu hatinya..?

"Imam syafi'i semasa menjadi santri ,pernah mengeluh kepada gurunya,mengapa ilmu yang sedang kukaji ,susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa...!!

"Sang guru menjawab....Ilmu itu ibarat cahaya...ia dapat menerangi gelas yang bening dan bersih artinya Ilmu tidak akan dapat menerango hati yang keruh dan banyak maksiatnya.
sekiranya saja hati kita telah bercahaya subhanalloh.......hidup ini benar-benar akan terasa indah ,nyaman dan tentram

sungguh betapa pentingnya menjaga kwalitas hati agar tetap terjaga dan bersih karena dengan begitu ia akan memancarkan sinar kebaikan pula dan terangnya hati, jadi teringat sebuah lagu tentang menjaga hati
"Jagalah hati jangan kau nodai,jagalah hati cahaya hidup ini"^___^


semoga kita semua bisa menjaga hati kita agar tetap bersih ...dan terjaga ya Aamiin InsyaAllah

Jumat, 16 Maret 2012

JANGAN MENUNGGU

(♥) 12 kata "JANGAN MENUNGGU" yg perlu dihindari (♥)

••► Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

••► Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

••► Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

••► Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dgn orang lain! Maka kamu akan dipedulikan

••► Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dgn kamu.

••► Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dlm tulisanmu.

••► Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

••► Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

••► Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dgn tenang. Percayalah bukan sekadar uang yg datang tapi juga rejeki yg lainnya.

••► Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yg diikuti.

••► Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

••► Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah! Maka kamu pasti bisa!

Dan,,, Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kpd smua orang yg anda kenal,,, sehingga kita smua tersadar

"LIFE IS SO BEAUTIFUL if we can enjoy it with ourself"

Selasa, 13 Maret 2012

NASEHAT ALI BIN ABI THOLIB

"Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupannya dapat menggilas keimanan.
Keimanan hanya tinggal pemikiran, yang tidak berbekas dalam perbuatan.
Banyak orang baik tapi tak berakal, ada orang berakal tapi tak beriman.
Ada lidah fasih tapi berhati lalai, ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian.
Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.
Ada ahli maksiat yang rendah hati bagaikan sufi.
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat.
Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.
Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan dan ada pelacur yang tampil jadi figur.
Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan.
Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh dan tak tau diri.
Ada orang beragama tapi tak berakhlak dan ada yang berakhlak tapi tak bertuhan.
Lalu di antara semua itu dimana aku berada?"

Imam Ali bin Abi Thalib R.A

Senin, 12 Maret 2012

CINTA ALA IMAM GHAZALI

Imam Ghazali mengatakan cinta itu ibarat sebatang kayu yang baik
Akarnya tetap di bumi
Cabangnya di langit
Dan buahnya lahir di batin, lidah dan anggota badan
Ditujukan oleh pengaruh-pengaruh yang muncul dari cinta itu
Dalam hati dan anggota badan,
Seperti ditunjukkannya asap dalam api
Dan ditunjukkannya buah dalam pohon
Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati
Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan
Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hambaNya
Dia berikan cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, dan kaum muslimin
Yang semuanya tidak melebihi cintanya pada Allah

TAUBAT

"Seorang Sufi ditanya: Apakah seorang hamba mengetahui jika bertaubat bahwa taubatnya diterima atau ditolak? Sufi tersebut menjawab: "Aku tidak dapat memastikannya. Namun ada tanda-tandanya: 1. Dia melihat dirinya tidak ma'sum (terpelihara) dari maksiat, 2. Melihat ada dominasi kegembiraan di hatinya tetapi kesedihan lebih banyak hadir, 3. mendekati orang-orang baik dan menjauhi kelompok buruk, 4. merasa banyak dunia yang sedikit (bersifat qanaah dan bersyukur kepadaNya) 5. merasa sedikit amal akhirat yang banyak dilakukan (mengakui kelemahan diri dalam kehambaan kepadaNya) 6. melihat hatinya selalu sibuk dengan hal-hal yang dijamin Allah dan melepaskan perhatian dari hal yang tidak dijamin (qanaah, redha dan tawakkal kepadaNya), kemudian ia menjaga lisan, senantiasa berfikir dan selalu merasa kurang puas hati dengan diri sendiri dan sentiasa sedih (dalam menagisi kelemahan diri)."