Kamis, 03 Mei 2012
IBU & KARAKTER ANAK
Kedekatan ibu dan anak semenjak interaksi dari melahirkan,menyusui sampai anak-anak menginjak dewasa,mengokohkan pentingnya ibu ketika mengajarkan anak pada pribadi mengikuti Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Melatih anak cara berkomunikasi,bertanggung jawab serta menjadi seorang pemimpin yang bijak. Tentu itu semua tidak akan mampu dilakukan tanpa adanya ikut campur tangan ibu didalamnya.
Maka pandangan sebelah mata pada fitrahnya seorang ibu, sebenarnya tak bisa dijadikan landasan bahwa menjadi seorang Ibu Rumah Tangga itu hanya sekedar “dapur” dan “kasur”. Namun dibalik itu semua ada sebuah peran penting untuk mendidik anak-anaknya sehingga dia kelak mampu menjadi penegak panji Islam. Dan tentu saja, kelak anak-anak sholeh lah yang akan mendoakan ibu bapaknya.
Rabu, 02 Mei 2012
Disunnahkan Mengeraskan Suara Adzan, Bukan Dengan Sayup-sayup
Disunnahkan Mengeraskan Suara Adzan, Bukan Dengan Sayup-sayup
Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Ciri akhir zaman, di antaranya, diangkatnya ilmu. Maknanya bukan dicabut secara langsung dari dada manusia. Namun dengan diwafatkan ulama. Jika sudah tidak ada ulama yang sesungguhnya, maka manusia mengangkat orang yang jahil sebagai pemimpin dalam beragama. Mereka meminta fatwa kepadanya. Akibatnya, pemimpin yang jahil tersebut sesat -karena kejahilannya- dan menyesatkan manusia secara umum dengan fatwanya.
Demikianlah realita yang terjadi di masyarakat. Saat kepemimpinan suatu negeri dipegang orang yang jahil terhadap agama, maka ia diundang dan didaulat memberikan arahan. Lebih parah lagi yang meminta arahan adalah orang-orang yang dipercaya umat dalam urusan agama. Bahkan dikaitkan dengan tempat mulia umat Islam, yakni masjid. Sehingga arahan yang diberikan tentunya jauh dari kebenaran yang sesungguhnya karena ia orang yang benar-benar tidak menguasai urusan agama. [Silahkan baca: MUI: Azan Sayup itu Wacana Wapres Saja dan Tak Sesuai Syariat Islam]
Disunnahkan Mengeraskan Suara Azan
Adzan adalah ibadah dan termasuk syi'ar Islam yang masyhur dan teragung. Amalan ini terus dilaksanakan semenjak disyariatkannya sampai wafatnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Baik ketika malam maupun siang. Baik ketika bepergian maupaun bermukim. Tidak pernah terdengar bahwa beliau pernah meninggalkannya atau memberikan dispensasi untuk tidak mengerjakannya.
Disunnahkan mengeraskan suara adzan sehingga sampai ketelinga manusia yang belum hadir di masjid. Baik dengan meninggikan suara atau dengan menggunakan pengeras. Agar maksud adzan yang sebagai panggilan shalat tercapai. Inilah madhab Syafi'i, Hambali, dan satu pendapat dari Hanafi. (Lihat: Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal: I/378)
Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata kepada Ibnu Abi Sha'sha'ah, "Aku lihat kamu sangat suka dengan kambing dan gurun. Jika kamu sedang mengembalakan kambingmu atau sedang berada di gurun, maka kumandangkanlah adzan dengan suara yang keras. Sebab tidaklah jin, manusia atau benda lainnya mendengarkan suara muadzin, kecuali mereka akan memberikan persaksiannya pada hari kiamat." Abu Said berkata, "Aku mendengarnya dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam." (HR. Al-Bukhari dan al-Nasa'i)
Imam Abu Dawud dalam Sunannya menuliskan: "Bab Meninggikan (mengeraskan) suara saat adzan". Lalu beliau menyebutkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ مَدَى صَوْتِهِ وَيَشْهَدُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ وَشَاهِدُ الصَّلاَةِ يُكْتَبُ لَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ صَلاَةً وَيُكَفَّرُ عَنْهُ مَا بَيْنَهُمَا
"Muadzin (orang yang mengumandangkan adzan) diberi ampunan untuknya sejauh suaranya dan akan disaksikan oleh semua benda yang basah dan yang kering. Satu orang yang mendatangi shalat maka dicatat untuknya dua puluh lima shalat dan diberi ampunan untuknya antara dua shalat." (Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih al-Jami', no. 7744 dan Shahih wa Dhaif Sunan Abi Dawud, no. 515)
Maksud "Muadzin (orang yang mengumandangkan adzan) diberi ampunan untuknya sejauh suaranya” adalah muadzin diberi ampunan dengan sempurna dengan jauhnya suara itu sampai. Makna lainnya, ini sebagai perumpamaan. Jika dosanya banyak dan mencapai sejauh suaranya itu, maka diberi ampunan untuknya dengan sebab itu. Ringkasnya, kerasnya suara akan terdengar oleh manusia. Setiap orang yang mendengar suara adzan lalu terpanggil oleh suara dan panggilan tersebut, maka muadzin tadi diberi ganjaran dan pahala serta diampuni dosanya dengan sebab itu.
Maksud dari "dan akan disaksikan oleh semua benda yang basah dan yang kering", setiap benda basah dan kering yang suara adzan sampai kepadanya akan menjadi saksi untuk muadzin pada hari kiamat.
Maksud "Satu orang yang mendatangi shalat maka dicatat untuknya dua puluh lima shalat dan diberi ampunan untuknya antara dua shalat," yakni: orang yang hadir shalat karena menyambut seruan ini maka muadzin diberi pahala besar. Baginya pahala 25 shalat dan ampunan antara dua shalat berikutnya dengan sebab shalat yang dikerjakan tadi.
Sama-sama dimaklumi, muadzin adalah orang yang menghadiri shalat berjamaah, hadir di masjid, dan mendapatkan pahala shalat berjama'ah. Di tambah lagi dengan ampunan yang diperolehnya di antara dua shalat. Maka apa yang diperoleh oleh orang yang menyambut seruannya, maka ia pun mendapatkannya. Tapi ia mendapat tambahan karena menjadi sebab datangnya mereka ke masjid.
. . .Mengeraskan adzan menjadi tuntutan. Karena tujuannya menyampaikan suara nida' (panggilan) kepada manusia. . .
. . .Jika dilantunkan secara pelan dan mendayu-dayu tentu tujuan ini tidak terwujud. . .
Kesimpulan
Mengeraskan adzan menjadi tuntutan. Karena tujuannya menyampaikan suara nida' (panggilan) kepada manusia. Dan ini bisa terwujud dengan benar-benar mengeraskan suara sampai diyakini telah sampai kepada telinga umat. Jika dilantunkan secara pelan dan mendayu-dayu tentu tujuan ini tidak terwujud. Terlebih para ulama menyebutkan, adzan dengan sayup-sayup dan mendayu-dayu termasuk dari kesalahan dalam adzan.
Syaikh Abu Malik Kamal dalam Shahih Fiqih Sunnah menyebutkan beberapa kesalahan dan amal bid'ah dalam azan. Pada urutan pertama disebutkan, "Melagukan dan meliuk-liukan suara secara berlebihan dalam adzan." (Shahih Fiqih Sunnah:
5 TIPS menghadapi cobaan
Jika kalian mendapatkan sebuah cobaan, mka
hadapilah ia dgn 5 tips ini :
(1) Tenang
(2) Terima
(3) Tafakkur
(4) Tahajjud
(5) Tawakkal
insyaAlloh.. Alloh akan memberikan pertolonganNYA padamu setelah dirimu sabar, yakinlah bahwa disetiap kesulitan itu pasti ada kemudahan & jalan keluar itu selalu mengiri cobaan." LA TAHZAN INNALLOHA MA'ANA ".
Senin, 30 April 2012
JODOH
Bila cinta sudah dapat di kendalikan dan cinta pun terbangun karna Allah. Tentu kau akan menemukan cinta yang sebenar-benarnya cinta. Cinta-Nya yang akan memilihkanmu pada yang terbaik.
Seperti kata Ibnu Qayyim,puncak dari kenikmatan dunia akhirat adalah ketika kau menikahi wanita shalihah. Seperti Rasulullah dan Aisyah atau pun Ali ra dan Fatimah.
Tidak mudah memang mencari mutiara di dalam lumpur kenistaan. Tapi tetap saja mungkin untuk di dapatkan.
ISYARAT CINTA UNTUK KITA
Sahabatqu.....kalo selama ini kta memberikan penilaian sendiri tentang satu hal yang kita sebut sebagai"CINTA"
Inilah Isyarat cinta yang disampaikan Nabi Mulia jungjungan kita semya Muhammad Rasululloh SAW
mari kita simak dengan seksama agar kita tahu bagaimana Isyarat Cinta Dari Nabi Muhajmmad SAW
"Sahabat Annas bin Malik berkata bahwa Rasululloh SAW bersabda:"Ada tiga perkara yang apabila dimiliki oleh seseorang dia akan merasakan manisnya iman yaitu
"Allah dan RasulNYA lebih dia cintai dari pada kecintaanya terhadap sesuatu yang lain
"Mencintai orang lain semata-mata mengjarapkan kerdehaan; Allah dan
"Takut kembali pada kejalan kekufuran sebagaimana dia takut dirinya dimasukan kedalam siksa neraka(HR .BUKHARI))
"didalam riwayat lain diterangkan
3 perkara yang apa bila dimiliki seseorang dia akan merasakan enak dan manisnya Iman yaitu:"
"Allah dan RasulNYA lebih ia cintai daripada kecintaanya terhadap sesuatu yang lain
"mencintai dan membenci orang lain semata karena mencari keredhaan Allah
"dan lebih senang untuk dimasukan kebara api daripada menyekutukan Allah dengan sesuatu yang lain (HR ,BUKHARI DAN MUSLIM)
sahabat Annas berkata bahwa ada seorang lelaki mengajukan pertanyaan kepada Rasulloh"YA..."Rasululloh kapan hari kiamat datang....??Jawab Rasululloh Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari kiamat..?jawab lelaki itu...tidak ada sesuatupun yg dapat kujadikan bekal kecuali kecintaanku kepada Allah dan RasulNYA
Lalu Rasululloh bersabd":Engkau bersama orang yang engkau cintai ...!selanjutnya sahabat anas berkata kami belum pernah merasakan arti kebahagiaan yg luar biasa kecuali ketika mendengar sabda Rasululloh"Engkau bersama orang yang engkau cintai"
lalu sahabat Annas berkata pula"Aku sangat mencintai Rasululloh"Abu bakar dan Umar bin khotob dengan harapan diriku bisa bersama mereka(didalam surga))(HR Bukhari dan Muslim))
"Sedikit renungan semoga membuat kita lebih bijak dalam menjalani kehidupan yg penuh cinta ini
Minggu, 29 April 2012
# Ingin kesekap rinduku dalam ruang tanpa cahaya...
Ingin kesekap rinduku dalam ruang tanpa cahaya
... Agar tak mencari di sudut tanpa makna
... Agar makin nyata yg tak kasat mata
... Agar tak liar mengejar berhala
... Agar sejenak terlepas dari edar masa
... Agar tersadar bahwa aku hanyalah tercipta
Ingin kesekap rinduku dalam ruang tanpa cahaya
... Agar tak kukenal rindu yg lain selain rindu pada-NYA
... Agar tak kukenal cahaya yg lain selain cahaya-NYA
Ingin kesekap rinduku dalam ruang tanpa cahaya
... Memaknai setiap ucap sebagai doa
... Menelusuri asa dalam kehendak-NYA
... DIA-lah Maha Pemberi Cahaya
... Kepada siapapun yang dikehendaki-NYA
... Cahaya di atas cahaya
Wahai Cahaya di atas cahaya
Wahai cahaya penyempurna jiwa
Sepercik saja... tanamkan cahaya-MU di hati hamba
Agar hati hamba dapat pula menjadi cahaya
Jangan biarkan jiwaku hampa
Terjebak dalam terang dunia
... Sesungguhnya... aku buta..
YA AWWAL... YA AAKHIR
Kehidupan bukan bermula dari kelahiran…
Tdk pula berakhir dgn kematian..
Sesungguhnya kehidupan bermula dari kehendak-MU
Dan akan berakhir pada kehendak-MU
Ingin kesekap rinduku dalam ruang tanpa cahaya
Seperti yg Tercinta tafakkur di gua Hira
YA ALLAH,...
jadikanlah di dalam hatiku cahaya,...
dan didalam ucapanku cahaya,...
dan jadikanlah pada pendengaranku cahaya,...
dan jadikanlah pada penglihatanku cahaya,...
dan jadikanlah dari belakangku cahaya
dan dari depanku cahaya,...
dan jadikanlah dari atasku cahaya,...
dan dari bawahku cahaya, ...
YA ALLAH berikanlah kepadaku cahaya
(HR. Muslim & Abu Dawud)
“Di Bawah Terang Bulan”
Termenung oleh terang bulan benderang , dinginnya angin sampai menusuk tulang.
Melihat sekeliling langit yang dipenuhi dengan cahaya-cahaya bintang, ditemani cahaya bulan benderang.
Seuntai kata berbisik dengan alunan tenang, do’a yang dipanjatkan mudah-mudahan menjadi awal untuk menang.
Betapa besar & Indah kuasaMu Ya Allah..
Sejuk malam ini & Indah mata ini memandang, seakan sebagian beban terasa hilang.
Malam ini, Ku ucapkan syukur untuk apa pun di hari ini..
hari kemarin..
hari yang dulu & yang akan datang, jadikan Aku orang yang periang, senantiasa berbagi kasih sayang.
Jadikan Aku Pribadi yang bersabar dalam menghadapi kegiatan yang segudang, yang terkadang Aku pun jadi begadang.
Jadikan Aku Pribadi yang tegar dalam menghadapi apa pun yang menghadang, biarkan senyumku mengembang sebagai semangat berjuang.
Untuk orang tua tersayang, terima kasih sudah menjadi pengingat & penenang, do’akan Anak-anakmu agar menjadi penerang.
Ya Allah.. Bantulah kami agar mampu menjalani semua lika-liku kehidupan ini dengan hati yang lapang, jangan biarkan kesedihan menjadi penghalang untuk masa yang akan datang.
Jadikan setiap langkah, do’a, semangat, sehat, sakit & kelelahan ini menjadi penguat untuk menang.
AAMIIN..
Langganan:
Postingan (Atom)