Kamis, 26 Juni 2008

YANG MANAKAH ANDA .........?

Yang Manakah Anda.... ?

Siapakah orang yang sibuk ?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu shalatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada senantiasa menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan kemana mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi menghimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Siapakah orang yg bijak?
Orang yg bijak ialah org yg tidak membiarkan atau membuang tulisan ini begitu saja, malah dia akan menyampaikan pula pada org lain untuk dimanfaatkan dan mengambil contoh sebagai sandaran dan pedoman kehidupan sehari-hari


Sabtu, 14 Juni 2008

HIKMAH BERWUDHU

Bismillahirrahmaanirrahiim
Berikut ini adalah hikmah yang dapat kita peroleh dari wudhuseperti yang diuraikan Imam Al-Ghazali dalam bukunya "Ihya Ulumuddin".
Mudah-mudahan Allah swt selalu mencucurkan rahmat-Nya.Banyak di antara kita yang tidak sadar akan hakikat bahwasetiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmahnya yang tersendiri.
Hikmah Berwudlu:
1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allahampunilah dosa mulut dan lidahku ini "Penjelasan : Kita hari-hari bercakap benda-benda yang takBerfaedah.
2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah,putihkanlah mukaku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini".Penjelasan : Ahli syurga mukanya putih berseri-seri.
3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan, "YaAllah, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini"Penjelas an: Ahli syurga diberikan hisab-hisabnya di tangankanan.
4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan, "YaAllah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiriku ini".Penjelasan : Ahli neraka diberikan hisab-hisabnya di tangankiri.
5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah,lindungilah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan ArasyMu"Penjelasan : Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkaldi atas kepala.
6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"YaAllah,ampunilah dosa telinga ku ini"Penjelasan : Hari-hari mendengar orang mengumpat, memfitnah,mendengar lagu- lagu berunsur maksiat.
7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."YaAllah, permudahkan-lah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".Penjelasan : Ahli syurga melintasi titian dengan pantassekali.
8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu Dengan,"YaAllah,bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempatmaksiat"Penjelasan : Qada' dan Qadar kita di tangan Allah.Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wudhu sedemikianrupa?Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita peroleh dalammenghayati Islam?Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umatIslam?
Bersyukurlah dan bertaubat selalu.

CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG BERPRINSIP

CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG BERPRINSIP
Stephen R. Covey
Dalam situasi bisnis sekarang ini tampaknya mudah sekali orang membenarkan cara-cara kasar demi tujuan baik. Bagi mereka, "bisnis adalah bisnis", sedangkan "etika dan prinsip terkadang harus mengalah pada keuntungan". Selain itu, banyak juga kita lihat para pelaku dan pemimpin bisnis yang tampak berhasil menumpuk kekayaan, namun di belakang kehidupan mereka tampak kacau dan mengenaskan. Padahal bila kita tinjau, hampir setiap minggu muncul teori manajemen baru, namun tampaknya sedikit sekali yang meninggalkan hasil yang diharapkan. Mengapa demikian?
Menurut Stephen R. Covey, penulis buku terkenal, "Seven Habits of Highly Effective People", dalam bukunya yang lain "Principle Centered Leadership", hal ini disebabkan mereka tidak lagi berpegang pada prinsip dasar yang berlaku di alam ini. Padahal hukum alam, berdasarkan pada prinsip, berlaku tanpa peduli apakah kita menyadarinya atau tidak. Oleh karena itu semestinya kita meletakkan prinsip-prinsip ini di pusat kehidupan, hubungan, kontrak-kontrak manajemen dan seluruh organisasi bisnis anda.
Covey percaya bahwa kesuksesan kita, baik pribadi maupun organisasi, tidak dapat diraih begitu saja. Kesuksesan harus datang dari "dalam diri" dengan berdasarkan pada apa yang kita pahami dan yakini untuk menjadi prinsip yang tak tergoyahkan. Dengan demikian kepemimpinan yang berprinsip memusatkan kehidupan dan kepemimpinan kita pada prinsip-prinsip utama yang benar. Artikel ini tidak membahas apa itu prinsip menurut Covey, namun meringkas ciri-ciri pemimpin yang berprinsip. Ciri-ciri dari pemimpin yang mendasarkan tindakannya pada prinsip. Dengan demikian setidaknya kita bisa mengenal bagaimana kepemimpinan yang berpusat pada prinsip itu. Ada delapan ciri-ciri pemimpin yang berprinsip.
1--Mereka terus belajar.
Pemimpin yang berprinsip menganggap hidupnya sebagai proses belajar yang tiada henti untuk mengembangkan lingkaran pengetahuan mereka. Di saat yang sama, mereka juga menyadari betapa lingkaran ketidaktahuan mereka juga membesar. Mereka terus belajar dari pengalaman. Mereka tidak segan mengikuti pelatihan, mendengarkan orang lain, bertanya, ingin tahu, meningkatkan ketrampilan dan minat baru.
2--Mereka berorientasi pada pelayanan.
Pemimpin yang berprinsip melihat kehidupan ini sebagai misi, bukan karier. Ukuran keberhasilan mereka adalah bagaimana mereka bisa menolong dan melayani orang lain. Inti kepemimpinan yang berprinsip adalah kesediaan untuk memikul beban orang lain. Pemimpin yang tak mau memikul beban orang lain akan menemui kegagalan. Tak cukup hanya memiliki kemampuan intelektual, pemimpin harus mau menerima tanggung jawab moral, pelayanan, dan sumbangsih.
3--Mereka memancarkan energi positif.
Secara fisik, pemimpin yang berprinsip memiliki air muka yang menyenangkan dan bahagia. Mereka optimis, positif, bergairah, antusias, penuh harap, dan mempercayai. Mereka memancarkan energi positif yang akan mempengaruhi orang-orang di sekitarnya. Dengan energi itu mereka selalu tampil sebagai juru damai, penengah, untuk menghadapi dan membalikkan energi destruktif menjadi positif. 4--Mereka mempercayai orang lain.
Pemimpin yang berprinsip mempercayai orang lain. Mereka yakin orang lain mempunyai potensi yang tak tampak. Namun tidak bereaksi secara berlebihan terhadap kelemahan-kelemahan manusiawi. Mereka tidak merasa hebat saat menemukan kelemahan orang lain. Ini membuat mereka tidak menjadi naif. 5--Mereka hidup seimbang.
Pemimpin yang berprinsip bukan ekstrimis. Mereka tidak menerima atau menolak sama sekali. Meraka sadar dan penuh pertimbangan dalam tindakannya. Ini membuat diri mereka seimbang, tidak berlebihan, mampu menguasai diri, dan bijak. Sebagai gambaran, mereka tidak gila kerja, tidak fanatik, tidak menjadi budak rencana-rencana. Dengan demikian mereka jujur pada diri sendiri, mau mengakui kesalahan dan melihat keberhasilan sebagai hal yang sejalan berdampingan dengan kegagalan.. 6--Mereka melihat hidup sebagai sebuah petualangan.
Pemimpin yang berprinsip menikmati hidup. Mereka melihat hidup ini selalu sebagai sesuatu yang baru. Mereka siap menghadapinya karena rasa aman mereka datang dari dalam diri, bukan luar. Mereka menjadi penuh kehendak, inisiatif, kreatif, berani, dinamis, dan cerdik. Karena berpegang pada prinsip, mereka tidak mudah dipengaruhi namun fleksibel dalam menghadapi hampir semua hal. Mereka benar-benar menjalani kehidupan yang berkelimpahan.
7--Mereka sinergistik.
Pemimpin yang berprinsip itu sinergistik. Mereka adalah katalis perubahan. Setiap situasi yang dimasukinya selalu diupayakan menjadi lebih baik. Karena itu, mereka selalu produktif dalam cara-cara baru dan kreatif. Dalam bekerja mereka menawarkan pemecahan sinergistik, pemecahan yang memperbaiki dan memperkaya hasil, bukan sekedar kompromi dimana masing-masing pihak hanya memberi dan menerima sedikit. 8--Mereka berlatih untuk memperbarui diri.
Pemimpin yang berprinsip secara teratur melatih empat dimensi kepribadian manusia: fisik, mental, emosi, dan spiritual. Mereka selalu memperbarui diri secara bertahap. Dan ini membuat diri dan karakter mereka kuat, sehat dengan keinginan untuk melayani yang sangat kuat pula.
(Stephen R. Covey, Principle Centered Leadership)

7 GAYA HIDUP MENCEGAH PENYAKIT


7 Gaya Hidup Mencegah Sakit

Oleh : Dr. Handrawan Nadesul
Dokter Umum

Agar sehat, masyarakat butuh dua hal: pemerintah yang bijak dan tertib berpola hidup sehat. Untuk memahami pola hidup sehat, orang tak perlu menjadi dokter. Wawasan sehat diperoleh dari membaca, mendengar dan menyaksikan uraian kesehatan. Berikut ini beberapa di antaranya.
Orang suka bilang, "Saya tidak takut sakit karena saya punya uang untuk menyembuhkanya". Pikiran itu tidak sepenuhnya benar. Strategi yang bijak seyogianya bukanlah itu. Lalu bagaimana?
Tidak semua kesembuhan bisa dibeli dengan uang, selain tidak semua penyakit bisa sembuh tanpa menyisakan kecacatan atau kelemahan. Sikap kita terhadap ancaman penyakit, arifnya berikthiar agar jangan sampai jatuh sakit dan itu masih mungkin kita lakukan.
Ada cerita seorang miliader rela menyerahkan separuh hartanya untuk mengembalikan kondisi jantungnya yang sudah telanjur sakit. Sayang, seluruh hartanya pun tak sanggup mereparasi penyakit jantungnya karena sudah rusak, Uang sebanyak apa pun tak mungkin memulihkannya. Dari situ kita belajar bahwa untuk sehat perlu investasi, bukan sekadar ongkos.
Penyakit sendiri ada dua kelmpok. Yang bisa dicegah dan sebetuknya tak perlu terjadi, dan kelompok penyakit yang harus diterima saja (kelainan gen, cacat bawaan), tetapi bisa dijinakkan. Tubuh seseorang bisa menghadapi keduanya sekaligus.
Namun, seberap pun besar ancaman penyakit, asal tahu caranya tak perlu penyakit merongrong secara ekonomi, jasmani, maupun rohani. Cita-cita ideal itu, bukan mustahil bisa kita raih.
Semua penyakit yang bisa dicegah sesungguhnya tak perlu terjadi kalau kita mau berikthiar. Namun, lebuh separuh penyakit yang muncul sehari-hari adalah jenis yang sesungguhnya tak perlu terjadi. Hanya lantaran kita kurang memahami kiatnya, termasuk memahami nutrisim mencegah infeksi, dan membiarkan lingkungan merusak tubuh, yang tak perlu terjadi itu ternyata merongrong kita.
Salah satu ikthiar itu ialah sikpa ketaatan menjalankan pola hidup sehat. Kiat sehat paling populer dilakukan dengan menjalani tujuh kebiasaan pribadi (nadra B. Bellock dan Lester Breslow): (1) kebersihan pribadi (2) cukup tidur; (3) makan memadai; (4) tak lupa sarapan; (5) menjaga berat badan ideal; (6) teratur bergerak badan; (7) jauhi rokok.
Kebersihan Pribadi
Bahkan di negara maju pun soal mencuci tangan yang benar masih perlu ditata ulang. Mengapa? Karena dari cuci tangan yang tidak benar berpotensi melahirkan banyak masalah kesehatan. Tanpa membasuh tangan dengan benar, kita menjadi sakit yang sebetulnya tak perlu terjadi.
Tak cukup tersentuh air belaka, membasuh tangan yang benar perlu sabun. Kebanyakan kita, alih-alih membasuh tangan secara sehat, sering-sering menyentuh penganan atau langsung duduk di meja makan sebelum tangan terbasuh sempurna.
Bila tangan tak bersih, penyakit perut (faecal-oral) muncul. Termasuk terancam kasus SARS, flu burung, influenza (bisa jadi berasal daari jemari yang menyentuh tombol lift, pegangan pintu, gagang telepon, perabotan di tempat umum, uang, bersalaman). Jemari tangan perlu dibuat steil dari kemungkinan tercemar seperti itu.
Kuman dan virus dari mana-mana umumnya berasal dari luar memasuki tubuh lewat makanan, minuma, liang hidung (mengupil), menggigit jari, menyuap makanan tanpa sendok, Atau makanan dan minuman sendiri (jajanan, restoran, warung nasi) sudah tercemar bibit penyakit sejak awal lantaran pembuat atau penyajinya tidak higienis (rata-rata berasal dari makanan-minuman jajanan mentah atau tidak panas).
Bibit penyakit juga bisa berasal dari pakaian, sepatu, sandal, rambut, setelah berpergian keluar rumah. Terlebih bila baru kembali dari tempat-tempat umum, pasar, rumah sakit, mal, kendaraan umum. Itu sebab penting membersihkan diri setiap kali habis berpergian. Menukar pakaian luar dan tidak membawanya ke kamar tidur.
Pulang daru berpergian biasakan sandal dan sepat ditinggalkan di luar kamar, kalau perlu langsung menyiram rambut (jika tidak mau keramas) karena di bagian-bagian itulah segala bibit penyakit dari udara, lantai, kemungkinan sudah melekat.
Perlu membasuh tangan sampai lengan, dan permukaan kulit yang bersentuhan dengan apa saja selama di luar rumah, serta membasuh muka, termasuk membersihkan liang hidung dengan air sabun. Pada bagian-bagian itu kemungkinan bibit penyakit selama berada di luar rumah sudah menempel.
Dengan cara itu serangan flu jenis apa saja serta ancaman semua penyakit saluran pernapasan maupun pencernaan bisa digagalkan. Ongkos menyembuhkan flu atau mencret memang tak seberapa, tetapi aktivitas harian kita jadi terganggu. Itupun kalau tak sampai komplikasi ke paru-pari, sinusitis, congek atau dehidrasi, sehingga harus masuk rumah sakit. Tak ada ampun bila SARS dan flu burung yang menyerang.
Cukup tidur
Kebutuhan tidur rata-rata sekitar 7-8 jam. Bahkan kuantitas semata, lebih mengejar kualitas tidur. Susah tidur atau tak bisa tidur merupakan bagian daru sejumlah penyakut. Bisa sebab penyakit fisik, lebih sering sebab penyakit jiwa. Namun, karena aktifitas pekerjaan atau mengabdi pada hiburan dan kepuasan diri (begadang nonton TV), orang cenderung menjadi kurang tidur.
Tidur bagian penting dari tubuh untuk memulihkan energi, selain mengganti bagian tubuh yang aus atau rusak. Bukan sekadar tidur malam ,sekarang terungkap kalauorang juga butuh tidur siang, Studi mutakhir mengungkap itu. Selain menambah bugar, tidur siang bikin panjang umur juga. Selain oleh penyakit, tidur menjadi tidak sehat juga bila alas tidur dan bantal tidak memenuhi standaar kesehatan. Gangguan punggung, leher, sehingga bangun tidur tidak bugarm bisa gara-gara kasur tidur atau bantal yang sudah tak memenuhi syarat.
Untuk memperoleh tidur yang sehat, biasakan jam tidur yang terjadwal. Tubuh kita bisa disetel untuk semua jadwal kegiatan harian, sehingga tertib kerja mesinnya, termasuk jadwal bangun tidur, waktu makan, waktu jeda, dan aktivitas seks juga.
Makan tiga kali sehari
Kesehatan kita ditentukan oleh apa yang kita makan juga. Bukan saja frekuensi, kecukupan tubuh akan semua zat gizi erlu terpenuhi porsinya. Semakin bervariasi menu harian, semakin memadai kecukupan zat gizi. Tubuh membutuhkan sekitar 40-an jebis zat gizi. Sebagian bersifat esensial atau tak bisa disediakan oleh tubuh, melainkan harus berasal dari makanan.
Kita butuh makan tiga kali sehari. Namun, bila pola makan harian kita bolak-balik hanya itu-itu saja lagi (monodiet), kecukupan tubuh akan semua zat gizi tidak terpenuhi.
Bukan pula porsi masing-masing zat gizi perlu tepat, kualitas menu juga ikut menentukan terpenuhi tidaknya kecukupan gizi tubuh kita. Bila menu harian tergolong ampas (junk food, menu siap saji), dan konsumsi itu berlangsung terus, lama-kelaman tubuh akan kekurangan gizi. Gejala orang modern kurang gizi terjadi sekarang ini, Itu maka produk suplemen makanan -minman sehat semakin banjir ditawarkan. Kalau saja kita tak keliru memilih menu.
Selain asap rokok, menu yang salah bisa menjadi penyebab kanker terbesar. Menu yang bijak itu proposional untuk masing-masing zat gizi yang tubuh butuhkan, dari bahan pilihan yang segar., tanpa pengawet, penyedap, pewarna, pemanis buatan (berbahaya), dan dikonsumsi tidak secara berlebihan.
Jadi tak cukup sekadar memenuhi nilai gizi saja bila menunya mengandung zat berbahaya. Apalah sayur mayur yang kita konsumsi tidak tercemar pestisida yang disemprotkan, sehingga orang perlu memilih tanaman organik yang bebas pestisida. Apakah dikulit buah yang kita gerogot tidak tersisa bahan kimia pengawet. Apa zat warna, penyedap, dan pengawetnya tidak berbahaya, dan dalam takaran yang diperkenankan?
Selain itu paakah men kita diolah secara benar? Apa kita gemar makan acar, ikan asin, beras putih (sosoh), air yang mengandung nitrat tinggi, atau oncom, kacang-kacangan yang tercemar jamur pembuat aflatoxin?
Bahaya menu mewah kaerna berisi lemak tinggi, tepung dan gula berlebihan, boros garam, tetapi rendah karbohidrat serta kurang serat, selain bahaya bumbu, penyedap, pengawet, dan pewarna serta zat kimia berbahaya lainnya.
Menu mewah juga berasal dari menu olahan, buatan pabrik yang tampak lebih memikat, lezat, tetapi bertabiat jahat buat kesehatan. Menu restoran siap saji, cenderung menjadikan lemak sebagai sumber kalori.
Lebih separuh porsi kalori diberikan oleh lemak dalam menu harian orang modern. Padahal, sehatnya jumlah kalori yang terbesar diperoleh dari karbohidrat (nasi, ubi, jagung, ketela). Selain itu, menu restoran dan menu mewah umumnya cenderung bukan barang segar. Selain kelewat lama diolah, bahan bakunya sudah lama disimpan, diawetkan, dan rusak oleh proses pemanasan selama dimasak.
Sampai usia lanjut tubuh memang terys membutuhkan protein. Protein hewani maupun protein nabati. Oleh karena protein hewani yang berasal dari daging merah (sapi, kambing, babi) banyak lemaknya, protein, lebih sehat diperoleh dari ikan (ayam, kelinci, kalkun yang tergolong daging putih). Ikan laut lebih baik dari ikan tawar, karena selain protein, minyak ikan omega-3 dan omega-6 dari laut dalam (deep sea) berkualitas sebagai antikolesterol juga.
Menu mewah cenderung memilih daging impor yang lebih mahal, meski tidak menyehatkan karena lebih banyak kandungan lemaknya. Dalam sehari, menu mewah rata-rata berisi sperlima ekor ayam potong atau daging yang setera, dan itu tidak menyehatkan.
Konsumsi gula orang modern cenderung terus meningkat, rata-rata 25 kg/kapita/tahun. Orang Amerika, Australia, dan Kuba bahkan mencapai 60 kg/kapita/tahun. Konsumsi gula berlebihan jelas tidak menyehatkan karena bikin kegemukan (obesitas), memperberat kencing manis dan penyakit metabolik lainnya yang tergolong sebagai "penyakit peradaban", yakni jantung, kanker, kelainan usus diverticulitis, maupun kanker perut.
Selain kelewat manis, menu mewah juga boros garam dapur. Rata-rata konsumsi garam dapur menu kita sepupuh kali lipat kebutuhan tubuh. Bisa jadi itu sebabnya kasus hipertensi meningkat di kalangan pemuja menu mewah, selain berbuntut kencing manis juga. Kita tahu kegemukan memicu munculnya diabetes, selain bangkitnya kanker payudaram prostat, atau usus.
Mengapa? Karena menu mewah (yang rata-rata diolah high refined diet) akan mengubah flora (kuman penghuni) usus, dan merusak zat-zat pencernaan, sehingga berubah menjadi pemicu kanker (karsinogenik). Hal yang sama terjadi bila kita sering sembelit.
Bila tinja berada lebih maka di dalam usus, bakter usus berpeluang mengubah zat di sana menjadi karsiogenik. Kekurangan serat (fiber) dalam menu harian orang modern membuat rata-rata orang jadi sembelit dan tinggi angka kanker ususnya.
Menu berlemak tinggi juga mengubah komposisi bakteri usus, sehingga berubah menjadi zat karsiogenik sang pencetus kanker usus. Menu berlemak tinggi juga mengubah keseimbangan hormon seks di dalam tubuh, sehingga tubuh lebih sensitif terhadap cetusan kanker payudara.
Kita tahu, menu harian modern cenderung memakai campuran bahan kimia seperti formalin, pemanis buatan, sakarin, aspartam, penyedap buatan, selain zat warna (tekstil rhodamin B), yang berefek buruk terhadap kesehatan. Efeknya mungkin tidak langsung nyata, melainkan karsinogenik bersifat kumlatif setelah sekian puluh tahun dikonsumsi.
Kesehatan kita ditentukan oleh isi meja makan keluarga, selain oleh kebiasaan jajan atau memilih menu restoran. Kasus penyakit peradaban dagu berlipat (double chin), gara-gara lebih doyan menu restoran ketimbang menu rumah, Sesungguhnya semakin sederhana dan alami suatu menu, semakin harus dipilih karena menyehatkan.
Sarapan seperti menu pangeran
Betul. Sarapan mestinya lebih lengkap dari sekadar mengisi perut belakan. Mengapa? Tubuh membutuhkan kelengkapan zat gizi agar kerja mesin tubuh seharian berlangsung optimal. Kekurangan protein, mineral, dan zat gizi esensial yang tubuh butuhkan dari sarapan, tak tergantikan oleh makan siang dan makan malam kalau sarapan seadanya.
Agar tubuh bugar, sarapan memang perlu lengkap dan memadai (menu seimbang). Kinerja harian akan rendah saja bila tidak sarapan atau sarapan ala kadarnya saja, termasuk prestasi anak di sekolah.
Menjaga berat badan ideal
Berat badan dipertahankan agar senantiasa ideal. Parameter kelebihan atau kekurangan makan dilihat dari naik-turunnya berat badan. Untuk mengetahui berat badan ideal dapat dihitung dengan formula Body Mass Index. BMI = Berat badan (Kg) dibagi tinggi badan (M). Indeksnya berkisar 22-25. Lebih dari 25 dinilai gemuk dan kurang dari 20 dinilai kurus.
Seseorang akan menjadi gemuk kalau kelebihan kalori. Kelebihan kalori belum tentu berarti sudah kecukupan zat gizi bila menu tidak tergolong menu seimbang. Gemuk tetapi kurang gizi sering terjadi kini. Sudah disebut kalau kalori terbanyak dalam menu mewah diperoleh dari lemak (gorengan, gajih, santan), sedangkan dari menu tradisional diperoleh dari kelebihan makan nasi (ubi, ketelah, jagung, sagu).
Bergerak badan teratur
Tidak perlu berolahraga khusus, cukup bergerak badan. Jalan kaki masih tergolong yang terbaik. Bukan jalan kaki santai, melainkan tergopoh-gopoh (brisk walking), dengan laju 100 meter/menit atau 6 km/jam, selama 4-50 menit, 5-6 kali seminggu. Atau kalau menu dihitung nilai aerobiknya, diukur dari denyut nadi. Dinilai cukup bila tercapai nilai 6-80 persen dari (220-umur), dengan memperhatikan kondisi, dan ada tidaknya penyakit (jantung, diabetes).
Olahraga dan bergerak badan tidak menyembuhkan pembuluh darah yang sudah telanjur berkarat lemak (ateroklerosis), calon penyumbat pipa pembuluh koroner atau otak. Proses karat lemak itu sudah berlangsung sejak usia muda, berpuluh-puluh tahun apabila lemak darah (profil lipid) di biarkan tinggi (kolesterol).
Tidak merokok
Asap rokok tergolong karsinogenik kuat. Orang modern beresiko kena kanker dari asap rokok dan menu mewah. Tidak ada cara mengurangi risiko terkena kanker dari rokok kecuali berhenti merokok. Tidak juga dengan memilih rokok jenis mild.
Buat jantung, asap rokok ikut merusak pembuluh darah jantung, penambah tinggi hipertensi, dan efek bagusnya hanya memberi rasa segar (stimulasi otak). Merokok termasuk salah satu risiko terkena jantung koroner maupun stroke.
Perokok pasif sama berat, kalau bukan lebih berat dibanding perokok aktif. Perlu ditata ruang khusus merokok di setiap tempat-tempat umum. Kita juga tercemar ribuan zat dan gas di udara. Asap dan jelaga batu bara bila memasuk dengan campuran sulfur, asap mobil, gas CO, tumah hitam (timbel), selain ozon, dan hujan asam (akibat cemaran belerang).
Jadi, kalau ketaatan menjalani pola hidup sehat sudah tinggi sejak muda, dan sekarang pun belum terlambat memulainya, baik penyakit yang tak perlu terjadi maupun sekiranya membawa bakat terkena penyakut metabolik dan degeratif, tak perlu sampai menimpa diri kita. Berkat kencing manis dan darah tinggi mungkin tak perlu muncul. Begitu juga jika berbakat asam urat.
Dengan berpola hidup sehat sepanjang hayat, ada bonus umur lebih panjang dihadiahkan bagi hidup kita. Bukan saja tidak mati prematur dan bisa meraih umur yang lebih panjang, melainkan juga seperti cita-cita orang di negara maju kini, selain berumur panjang juga tetap sehat (healthy aging).
Tips Pola Tidur Sehat
"Akhir-akhir ini, semakin orang menyadari pentingnya arti kualitas tidur. Kualitas tidur merupakan kebutuhan mutlak terutama bagi para pekerja keras seperti eksekutif atau profesional. Kebutuhan tersebut sama pentingnya dengan makanan bergizi dan olah raga. Bahkan lebih dari pada itu, kualitas pola tidur sehat adalah sumber kesegaran, daya konsentrasi, tenaga dan vitalitas yang membuat kita mampu untuk mengoptimalkan produktivitas dan prestasi kerja"
10 Tips Pola Tidur Sehat
Disiplin : Keteraturan Dan Keseimbangan
Olah Raga Secara Teratur
Kurangi Zat Perangsang
Ciptakan Ritualisme Dalam Tidur
Hindari Merokok
Hindari Minum Alkohol Berlebihan
Utamakan Kualitas Tidur, Bukan Kuantitas Tidur
Buat Rencana Kerja Sebelum Tidur
Jangan Berangkat Tidur Dalam Keadaan Lapar atau Kekenyangan
Gunakan Hanya Kasur Yang Ideal
Disiplin : Keteraturan Dan Keseimbangan
Cara terbaik menikmati istirahat malam adalah dengan selalu tidur pada waktunya. Jika tidur terlalu pagi dan bangun keesokan harinya, maka Anda akan mengalamni semacam gangguan yang biasanya dinamakan "jet lag". Seperti halnya orang yang baru pulang dari bepergian menggunakan pesawat udara dari negara dengan perbedaan waktu yang banyak. Agar "jam biologis" tubuh anda tetap, bangunlah pada waktu yang kurang lebih sama, tidak peduli apakah anda merasa cukup tidur atau tidak.
Usahakan untuk menjaga keteraturan dalam berangkat maupun bangun tidur baik pada hari-hari kerja, maupun hari-hari libur. Seandainya anda tidak tidur pada hari Sabtu malam tetapi baru tidur kemudian menjelang Minggu pagi, maka anda akan mengalami yang dinamakan "Insomnia Minggu Malam", dan yang terjadi adalah anda akan merasa demikian sulit memejamkan mata pada Senin dini hari, atau keesokan harinya - semakin dicoba, bahkan semakin sulit. Kalaupun hal ini terjadi misalnya anda harus bepergian jauh, maka satu-satunya jalan adalah mencari kemungkinan untuk anda "menebus"nya, sesudah itu kembalilah pada konsep keteraturan. Berangkat maupun bangun tidur sesuai jadwal yang telah anda tentukan sebelumnya dan makan seperti yang biasa anda lakukan.
Olah Raga Secara Teratur
Olah raga yang cukup dan teratur merupakan obat mujarab untuk menetralisir ketegangan yang anda alami baik ketegangan fisik maupun pikiran. Hal ini sedikit banyak akan membantu meningkatkan kualitas tldur anda. Biasanya orang yang berbadan bugar jauh lebih dapat menikmati tidur ketimbang mereka yang jarang berolah raga. Ini bukan berarti anda harus berolah raga sedemikian rupa sampai anda merasa kelelahan, cukup misalnya berjalan kaki selama 20 sampai 30 menit. Cara lain adalah dengan berenang atau bersepeda sedikitnya tiga kali dalam seminggu - paling tidak untuk menjaga kelancaran peredaran darah di jantung harus menjadi bagian dari aktivitas anda.
Jangan terlambat berolah raga. Bila ada urusan-urusan yang harus diselesaikan, sebaiknya gunakan waktu pada petang hari untuk menyelesalkan segala macam urusan anda setelah anda selesai berolah raga. Waktu yang ideal untuk berolahraga adalah pagi atau sore hail atau maksimum menjelang petang.
Kurangi Zat Perangsang
Orang-orang Amerika Utara cenderung mengkonsumsi kopi sampai dengan 400 juta gelas sehari. Belum lagi ekstra kafein dari teh, minuman cola, dan coklat. Kalau anda adalah seorang peminum kopi, sebaiknya anda minum kopi enam atau delapan jam sebelum waktu anda tidur. Biasanya efek rangsangan dari kafein akan bekerja sedikitnya dua sampai empat jam kemudian. Minum kopi pada petang hari bagi kebanyakan orang biasanya akan membuatnya sulit memejamkan mata saat berangkat tidur.
Kafein bukanlah satu-satunya pengganggu tidur anda. Tirosin, zat yang biasanya ditemukan pada coklat seringkali akan membuat jantung anda senantiasa berdebar-debar pada malam hari. Pil-pil untuk diet biasanya juga mengandung perangsang yang membuat anda sulit memejan-ikan mata. Ada jenis obat-obatan tertentu yang interaksinya juga terkadang berpengaruh pada pola tidur anda. Jika anda terpaksa harus minum obat-obat tertentu, mintalah petunjuk dokter apa dampaknya pada pola tidur anda.
Ciptakan Suasana Baik Dan Ritualisme Dalam Tidur
Jaga kelembaban atau suhu udara di kamar tidur anda sehingga anda merasa cukup nyaman. Ciptakan kondisi ruang tidur anda sedemikian rupa sehingga cukup memungkinkan untuk disinari oleh cahaya matahari.
Sebelum berangkat tidur, sebaiknya anda menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mengganggu pikiran anda. Seperti halnya anak-anak yang begitu mudah "berpindah alam" dengan melakukan aktivitas yang dilakukannya berulang-ulang seperti berdoa atau membaca buku cerita menjelang tidur, demikian juga orang dewasa.
Ritualisme dapat diaplikasikan dengan berbagai variasi misalnya meregangkan otot-otot, atau membasuh badan dengan air hangat. Atau Barangkali anda dapat pula mendengarkan musik lembut sambil membaca bacaan ringan. Jangan lupa juga untuk menyesuaikan cahaya atau penerangan dalam ruang tidur anda.
Jangan Merokok Menjelang Tidur
Nikotin sesungguhnya adalah zat yang memberi pengaruh lebih kuat ketimbang kafein. Dari beberapa studi yang dilakukan, perokok berat seringkali mengalami gangguan tidur. Hal ini disebabkan pengaruh nikotin.
Mereka yang rata-rata menghabiskan dua bungkus rokok setiap harinya hanya akan menikmati separuh dari waktu tidurnya dengan terjaga. Sebaliknya hasil studi lain menunjukkan mereka yang telah berhenti merokok, secara secara dramatis mengalami perubahan pola tidur yang lebih baik.
Jangan mengkonsumsi Alkohol Berlebihan
Alkohol konon adalah alat bantu tidur yang ampuh. Hal ini mungkin benar, akan tetapi yang perlu anda ketahui adalah bahwa kualitas tidur yang diperoleh tidaklah seperti yang diharapkan. Anda hanya akan menikmati tidur yang semu karena pada saat anda bangun anda akan merasa sedemikian lelah.
Malahan, bagi kebanyakan orang yang "berpenyakit" sulit tidur, terlalu banyak minum alkohol terkadang membuatnya sering terjaga pada malam hari.
Utamakan Kualitas, Bukan Kuantitas
Pernahkah anda merasakan atau membayangkan menikmati tidur "hanya" beberapa jam dengan baik tetapi dapat membuat anda merasa seperti tidur berjam-jam, sehingga pada saat anda bangun, anda bahkan tampak lebih bugar ketimbang mereka yang tidur bejam-jam tetapi dengan tidak memkmatinya. Manfaat lain bila anda mengutamakan kualitas tidur, tentunya anda akan mempunyai jam-jam ekstra untuk melakukan berbagal kegiatan.
"Pada umumnya, orang dewasa yang sering terkantuk kantuk pada siang hari, bukan menderita penyakit fisik maupun psikis, tetapi faktor penyebabnya justru biasanya adalah karena tidak dapat menikmati tidurnya dengan baik, walaupun memiliki jam tidur yang normal". Demikian Menurut Dr. Sonia Ancoli-Israel, Director of The Sleep Disorders Clinic, The San Diego Veterans Affairs Medical Center.
Memang, setiap orang mempunyai pola tidur yang berbeda-beda. Apabila orang lain membutuhkan delapan jam tidur, sementara anda hanya membutuhkan lima jam, janganlah kemudian menduga bahwa anda mengalami insomnia. Hal tersebut adalah wajar. Yang perlu anda ketahui, kasur atau tempat tidur adalah salah satu faktor dominan dalam menentukan kualitas tidur.
Buat Rencana Kerja Sebelum Tidur
Satu hal yang perlu anda lakukan menjelang tidur adalah pikirkan rencana-rencana apa saja yang sekiranya akan anda lakukan esok hari. Buatlah daftar sehingga memudahkan anda untuk mengingat kembali. Catatlah hal-hal yang membuat anda menjadi ragu atau khawatir dan langsung tuliskan beberapa kemungldnan atau alternatif pemecahannya. Apabila ada hal-hal yang membuat anda menjadi gusar, jangan sampai terbawa tidur, katakan kepada diri anda sendiri bahwa anda akan menyelesaikannya keesokan harinya.
Jangan Berangkat Tidur dalam Keadaan Lapar Atau Kekenyangan
Santap malam yang berlebihan biasanya akan memacu anda untuk terus bekerja, sehingga tanpa terasa waktu berjalan terus dan akhirnya anda mulai merasa lelah dan mengantuk, anda akan tertidur. Tetapi anda tertidur karena kelelahan dan bukan pada jam atau waktu anda tidur. Situasi yang demikian harus anda hindari. Hindari juga kacang-kacangan atau buah-buahan yang mengandung gas seperti durian. Hindari pula makanan-makanan kecil yang kandungan lemaknya cukup tinggi, karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Bila anda sedang diet, jangan pergi tidur dalam keadaan lapar. Perut yang keroncongan justru akan menyulitkan anda untuk memejamkan mata. Untuk mengatasinya, makanlah atau lebih balk buah-buahan yang rendah kalori seperti pisang atau apel.
Gunakan Hanya Kasur Yang Ideal
a. Kasur lateks
lbarat olah raga seluncur es. Bila ingin berseluncur es dengan baik, anda tentu membutuhkan papan seluncur yang baik. Bila anda ingin tidur dengan baik, mutlak untuk anda menggunakan tempat tidur atau kasur yang baik pula. Di Indonesia, pada umumnya ada 4 (empat) jenis kasur.
Pertama adalah kasur kapuk, kedua adalah kasur busa poliuretan (sponge). Ketiga adalah kasur pegas dan yang terakhir adalah yang disebut dengan kasur lateks. Bila kasur kapuk menggunakan buah pohon randu sebagai bahan bakunya. kasur busa poliuretan (sponge) menggunakan busa kimiawi yang dinamakan "poliuretan", kasur pegas menggunakan perpaduan pegas dan poliuretan (sponge), maka kasur lateks menggunakan bahan baku alam berupa cairan lateks .(bahan dasar pembuat karet) yang diolah sedemikian rupa menyerupai busa dan memiliki berjuta rongga-rongga udara yang berfungsi untuk kesempurnaan sirkulasi udara.
Seperti halnya penggunaan kasur lateks di negara-negara di daratan Eropa maupun Amerika yang sudah sedemikian memasyarakat, di Indonesia juga sudah banyak orang Yang mengenal dan mengerti arti pentingnya manfaat kasur lateks dalam meningkatkan kualitas tidur mereka.
b. Delapan Keistimewaan
Ada delapan cirl paling menonjol dari kasur lateks yang tidak dimiliki oleh kasur jenis lain yang memberi kenyamanan yang prima dan tingkat higienitas yang tinggi.
Nyaman karena kasur lateks bersifat lentur (bukan empuk) dapat menopang secara sempurna mengikuti bentuk tubuh. Hal lni tentunya akan mencegah timbulnya nyeri pungg-tmg pada saat bangun tidur. Sangat higienis karena sifat dasar lateks itu sendiri adalah sebuah media yang terbukti menurut penyelidikan para ahli, tidak memungkinkan bakteri atau mikro-organisme hidup lebih dari 12 (dua belas) jam. Faktor lain yang membuat kasur lateks ini higienis adalah sifat lateks yang sejuk (tidak panas), karena pada dasarnya lateks tidak terpengaruh oleh perbedaan suhu udara dan kelembaban. Keuntungan lain dari kasur lateks adalah kemudahan perawatannya karena tidak perlu dijemur atau dibalik. Sehingga tidak ayal, untuk meningkatkan kualitas tidur, kasur tateks adalah pilihan terbaik.
Jadikanlah hal-hal tersebut di atas menjadi kebiasaan dan bagian dari gaya hidup anda karena kualitas hidup anda banyak dipengaruhi oleh kualitas pola tidur anda. Karenanya, jangan anggap sepele persoalan yang nampaknya sederhana yang dinamakan kualitas tidur.

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA

Sebuah kebahagiaan yang mungkin tak bisa diungkapkan dengan kata-kata manakala orang tua mendapati di hari tuanya perlakuan yang demikian istimewa dari anak-anaknya. Ketika ia mulai lemah dan mungkin sakit-sakitan, anak-anaknya dengan sabar dan penuh perhatian memberikan perawatan kepadanya. Ini semua tentu tidak didapat begitu saja, namun melalui pendidikan dan perjuangan yang panjang dari orang tua tersebut agar anak-anaknya tumbuh menjadi anak yang shalih dan berbakti pada orang tuanya.
Sesosok anak tidak akan dapat terlepas dari ayah dan ibunya. Bagaimanapun keadaannya, ia adalah bagian dari diri keduanya. Dia adalah darah daging keduanya. Rahim ibu adalah tempat buaiannya yang pertama di dunia ini. Air susunya menjadi sumber makanan yang menumbuhkan jasadnya. Kasih sayang ibu adalah ketenangan yang selalu dia rindukan. Kerelaan ibu untuk berjaga membuat nyenyak tidurnya. Kegelisahan ibu menyisakan kebahagiaan untuknya.
Timangan sang ayah dirasakan sebagai kekokohan. Perasan keringat ayah memberikan rasa kenyang dan hangat bagi dirinya. Doa-doa yang mereka panjatkan menjadi sebab segala kebaikan yang didapatinya. Tak terhingga dengan hitungan jemari untuk merunut kembali segala kebaikan yang mereka curahkan untuk buah hati mereka.
Allah SWT menjadikan hak bagi kedua orang tua untuk diberikan bakti, kelembutan, penjagaan dan kasih sayang, dan Allah kuatkan hak ini dengan mengiringkannya setelah hak-Nya Subhanahu wa Ta’ala, karena hak orang tua mengandung pemuliaan dan pengagungan. Bahkan di dalam Kitab-Nya yang mulia termaktub berbilang ayat yang memberikan wasiat dan mendorong untuk berbakti kepada orang tua, serta menjanjikan banyak kebaikan bagi seorang yang berbakti dan mengancam dengan balasan yang akan menimpa orang yang mendurhakai ayah bundanya. (Wa bil Walidaini Ihsana, hal. 11)
Di antara sekian banyak ayat, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Dan beribadahlah kepada Allah, dan janganlah kalian menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (An-Nisa: 36)
Dalam kalam-Nya ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk beribadah hanya kepada-Nya semata dan tidak menyekutukan-Nya, karena Dialah Al-Khaliq (Yang Menciptakan), Ar-Raziq (Yang Memberikan Rizki), Al-Mun’im (Yang Memberikan Nikmat), yang memberikan keutamaan kepada makhluk-Nya setiap saat dan setiap keadaan. Oleh karena itu, Dialah yang berhak untuk diesakan dan tidak disekutukan dengan sesuatu pun dari kalangan makhluk-Nya. Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal radhiallahu ‘anhu:
“Tahukah engkau, apa hak Allah atas hamba-Nya?” Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau (Rasulullah) berkata, “Yakni beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.” Kemudian beliau berkata lagi, “Tahukah engkau, apa hak hamba atas Allah bila mereka melaksanakannya? Allah tidak akan mengadzab mereka.” (HR. Al Bukhari no 5967 dan Muslim no. 30)
Setelah itu, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewasiatkan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua, karena Allah jadikan keduanya sebagai sebab keluarnya seseorang dari ketiadaan menjadi ada. (Tafsir Ibnu Katsir, 2/213)
Oleh karena itu, semestinya semenjak dini kedua orang tua mulai menanamkan hal ini kepada putra-putri mereka, mengiringi pengajaran tentang keimanan terhadap Rabb mereka. Inilah pula yang dilakukan oleh Luqman yang mengiringi wasiatnya kepada anaknya untuk beribadah kepada Allah semata dengan wasiat untuk berbuat baik kepada kedua orang tua.
“Dan Kami wasiatkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan payah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Luqman: 14)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan untuk bersyukur kepada-Nya dengan melaksanakan peribadahan kepada-Nya serta menunaikan hak-hak-Nya, dan tidak menggunakan nikmat-nikmat yang dianugerahkan-Nya untuk bermaksiat pada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga memerintahkan untuk bersyukur kepada kedua orang tua dengan berbuat baik kepada keduanya. Hal ini dilakukan dengan berucap lemah lembut, melakukan perbuatan yang baik, dan merendahkan diri terhadap mereka. Juga dengan memuliakan dan menanggung kebutuhan hidupnya, serta tidak menyakiti mereka dengan cara apa pun, baik dengan ucapan atau pun perbuatan. (Taisirul Karimir Rahman, hal. 648)
Di dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut tentang pendidikan seorang ibu, kesulitan dan kesusahannya ketika harus berjaga siang dan malam. Penyebutan ini untuk mengingatkan anak tentang kebaikan seorang ibu yang telah diberikan kepadanya sebagaimana tersebut dalam firman Allah:
“Dan ucapkanlah doa: Wahai Rabbku, kasihilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka telah mendidikku semenjak kecilku.” (Al-Isra: 24) (Tafsir Ibnu Katsir, 6/192)
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan pengajaran, bagaimana semestinya seorang anak bersikap terhadap kedua orang tuanya yang musyrik:
“Dan apabila keduanya memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak memiliki ilmu tentangnya, maka jangan engkau ikuti keduanya, dan pergaulilah mereka berdua di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Aku kabarkan padamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Luqman: 15)
Janganlah seseorang menyangka bahwa hal ini (mentaati perintah orang tua dalam kejelekan) termasuk kebaikan terhadap orang tua, karena hak Allah lebih diutamakan daripada hak siapa pun juga, dan tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam kemaksiatan terhadap Al-Khaliq.
Allah SWT tidak mengatakan, “Apabila mereka berdua memaksamu untuk menyekutukan Aku dengan sesuatu yang kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, maka durhakailah keduanya.” Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala mengatakan, “Jangan engkau ikuti mereka dalam perbuatan syirik mereka.”
Adapun berbakti terhadap mereka, maka engkau harus terus melakukannya. Oleh karena itulah Allah berfirman (وَصاَحِبْهُماَ فِي الدُّنْياَ مَعْرُوْفاً), yaitu pergaulilah mereka di dunia ini dengan penuh kebaikan. Adapun mengikuti mereka sementara mereka berkubang dalam kekufuran atau kemaksiatan, maka hal itu janganlah engkau lakukan. (Taisirul Karimir Rahman, hal. 648)
Sementara itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak menyebutkan tentang ancaman durhaka kepada kedua orang tua. Bahkan beliau nyatakan bahwa hal itu termasuk dosa besar. Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu menyampaikan ucapan beliau ini:
“Tidakkah kalian ingin aku kabarkan tentang dosa besar yang paling besar?” Kami menjawab, “Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau pun berkata tiga kali, “Menyekutukan Allah dan durhaka terhadap kedua orang tua.” Semula beliau dalam keadaan bersandar, lalu beliau pun bangkit duduk dan mengatakan, “Ketahuilah, ucapan dusta dan saksi palsu! Ketahuilah, ucapan dusta dan saksi palsu!” Beliau terus-menerus mengatakan hal itu hingga aku berkata, “Andaikan beliau diam.” (HR. Al-Bukhari no. 5976 dan Muslim no. 87)
Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu pun meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang ancaman beliau:
“Nista dan hinanya! Nista dan hinanya! Nista dan hinanya!” Beliau pun ditanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Seseorang yang mendapati salah seorang atau kedua orang tuanya dalam keadaan lanjut usia, namun dia tidak masuk ke dalam surga.” (HR. Muslim no. 2551)
Ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini merupakan dorongan untuk berbakti kepada orang tua serta menunjukkan besarnya pahala amalan itu. Di dalam ucapan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut didapati makna bahwa berbakti kepada kedua orang tua pada saat mereka telah lanjut usia dan lemah, dengan mencurahkan khidmat (pelayanan), nafkah ataupun lainnya merupakan sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Barangsiapa yang meremehkannya, maka dia akan terluput dari masuk surga dan dihinakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Syarh Shahih Muslim, 16/109)
Sebuah kisah tentang bakti seorang anak kepada orang tuanya, yang amalan itu dapat melepaskannya dari belenggu musibah yang menimpa, disampaikan oleh Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Ada tiga orang yang sedang dalam perjalanan. Tiba-tiba turun hujan menimpa mereka hingga mereka pun berteduh di dalam gua di sebuah gunung. Ketika mereka berada di dalam gua, runtuhlah sebuah batu besar dari gunung di mulut gua hingga menutupi mereka. Maka ada di antara mereka yang berkata kepada temannya, “Lihatlah amalan shalih yang pernah kalian kerjakan karena Allah, lalu mohonlah kepada Allah dengan amalan tersebut. Semoga dengan itu Allah akan memberikan jalan keluar kepada kalian.” Maka salah seorang di antara mereka berdoa, “ Ya Allah, sesungguhnya aku memiliki dua orang tua yang telah renta, dan aku pun memiliki istri dan anak-anak kecil. Aku biasa menggembala kambing-kambing untuk mereka. Apabila aku telah membawa pulang kambing-kambingku, aku biasa memerah susu dan aku awali dengan memberikan minum kepada kedua orang tuaku sebelum memberikannya kepada anak-anakku. Suatu ketika aku terlalu jauh menggembala sehingga belum juga pulang sampai sore hari, hingga kudapati mereka berdua telah tidur. Maka aku pun memerah susu sebagaimana biasa. Kemudian aku datang membawa susu perahan itu dan berdiri di sisi kepala ayah ibuku. Aku tak ingin membangunkan mereka berdua dari tidurnya dan aku pun tak ingin memberi minum anak-anakku sebelum mereka berdua, sementara anak-anakku menangis kelaparan di sisi kedua kakiku. Terus menerus demikian keadaanku dengan mereka hingga terbit fajar. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa aku lakukan semua itu untuk mengharap wajah-Mu, berikanlah jalan keluar dari batu itu hingga kami dapat melihat langit.” Maka Allah pun memberikan kepada mereka kelapangan hingga mereka dapat melihat langit kembali…” (HR. Al-Bukhari no. 2215 dan Muslim no. 2743)
Kisah ini menunjukkan gambaran keutamaan berbakti kepada kedua orang tua, keutamaan melayani dan mendahulukan mereka berdua dari yang lainnya, baik anak-anak, istri dan selain mereka. (Syarh Shahih Muslim, 17/56)Bila demikian keadaannya, adakah hati orang tua yang tidak tergerak untuk mendidik anak-anak mereka agar berbakti kepada ayah bundanya? Adakah orang tua yang akan membiarkan anak-anak mereka berkubang dalam kedurhakaan sehingga mendapati balasan yang nista? Tidakkah mereka ingin anak-anak mereka seperti gambaran seorang Abu Hurairah yang memberikan salam kepada ibunya:
“Keselamatan atasmu, serta rahmah dan barakah Allah, wahai Ibunda!” Ibunya pun menjawab, “Dan keselamatan pula atasmu, serta rahmah dan barakah Allah.” Dia berkata lagi, “Semoga Allah mengasihimu, wahai Ibu, sebagaimana engkau telah mendidikku semasa kecilku.” Ibunya membalas, “Wahai anakku! Dan engkau juga, semoga Allah memberi balasan yang baik dan meridhaimu sebagaimana engkau telah berbakti kepadaku pada masa tuaku.” (Dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani: hasanul isnad dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 11)
Betapa banyak kisah yang terhimpun dalam Kitabullah dan kalam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dapat disampaikan kepada anak-anak, yang berbicara tentang keutamaan berbakti kepada kedua orang tua dan ancaman bagi seorang yang durhaka terhadap keduanya. Semogalah mereka memetik banyak faidah yang akan mendorong mereka untuk mempersembahkan kebaikan kepada ayah bundanya.
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.

FILOSOFI CINTA

FILOSOFI CINTA
By
M.Agus Salim

Sesungguhnya tak pernah sang kekasih mencari tanpa di cari oleh kekasihnya.Apabila kilat cinta telah menyebar di hati ini, ketahuilah bahwa ada cinta dalam hati yang lain. Apabila cinta Allah bertambah besar di hatimu, pastilah Allah menaruh cinta di hatimu. Tak ada bunyi tepuk tagan hanya dengan satu tangan tanpa adanya tangan lain. Kebijakan ilahi adalah takdir dan ketetapan,yang membuat kita satu sama lain. Karena takdir itu, setiap bagian dunia ini dipertemukan dengan jodohnya.
Dalam pandangan orang bijak: langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan, bumi memupuk apa yang telah di jatuhkan oleh bumi. Apabila bumi kekurangan panas maka langit mengirimnya. Apabila ia kekurangan air dan embun langit memperbaharuinya. Langit berkeliling,bagaikan seorang suami mencari nafkah, kesana kemari demi istrinya. Dan bumi sibuk dengan urusan rumah tangganya, ia melahirkan dan menyusui apa yang dilahirkan. Anggaplah bumi dan langit sebagai yang terkarunia, dengan kecerdasan , karena mereka melakukan pekerjaan makhluk yang memiliki kecerdasan. Apbila pasangan ini tidak mengecap kenikmatan satu sama lain, mengapa mereka melangkah besama bagaikan sepasang kekasih?
Tanpa bumi, bagaiman bunga dan pohon-pohon bisa mulai berkembang?
Kalau begitu apa yang dihasilkan oleh air dan kehangatan langit?
Sebagaimana Allah memberikan keinginan kepada lelaki dan wanita sampai akhir hingga dunia akan terpelihara oleh kesatuan mereka. Demikian juga ia menanamkan kedalam setiap bagian, keberadaan hawa nafsu terhadap bagian yang lain.
Siang dan malam bermusuhan kelihatannya, namun keduanya memiliki satu tujuan. Masing –masing dari mereka saling mencintai demi menyempurnakan karya mereka bersama. Tanpa malam, alam manusia tidak akan menerima penghasilan, sehingga tidak ada yang akan di pakai waktu siang.

PENTINGNYA MAULID NABI SAW

Maulid Nabi SAW & Shalahuddin Yussuf Al-Ayubi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pertama kali diselenggarakan oleh Muzaffar ibn Baktati, raja Mesir yang terkenal arif dan bijaksana. Sedangkan pencetus ide peringatan adalah panglima perangnya, Shalahuddin Yussuf Al-Ayubi (abad ke-6 M), sosok pemimpin pasukan Islam yang pernah mengalahkan pasukan Kristen dalam Perang Salib.
Shalahuddin juga merupakan panglima Islam di masa Khalifah Muiz Liddinillah dari dinasti Bani Fathimiyah di Mesir (berkuasa 365 H/975 M). Seperti disebutkan dalam Ensiklopedia Islam untuk Pelajar, ia kemudian juga gigih menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi dari tahun ke tahun di masanya.
Mengapa Shalahuddin merasa perlu mengadakan peringatan Maulid? Sang panglima berpendapat, ketika Perang Salib terjadi, motivasi umat Islam sangat menurun, sementara motivasi pasukan Salib (Kristen) meningkat. Hal ini tentu tidak kondusif bagi pasukan Islam, sehingga Shalahuddin merasa perlu membangkitkan kembali semangat umat Islam sebagaimana umat Kristen dengan perayaan Natal-nya. Maka, sang panglima ini kemudian mengadakan peringatan hari lahir Muhammad SAW yang kemudian dikenal dengan sebutan Maulid Nabi.
Bila dalam peringatan Natal kaum Kristen dikisahkan tentang keagungan Yesus, maka dalam peringatan Maulid, Shalahuddin menggemakan kisah perang yang dilakukan Nabi SAW. Tapi belakangan, yang dibacakan pada acara peringatan Maulid tersebut berubah, bukan lagi kisah perang, melainkan kisah lahir dan hidup sang Nabi SAW. Kisah perang tampaknya dianggap tak lagi relevan lagi.
Kini, meskipun tak ada lagi perang fisik di kalangan umat Islam, peringatan Maulid Nabi tampaknya masih perlu dilakukan. Selain dimaksudkan untuk meneladani akhlak Muhammad SAW, peringatan Maulid juga diperuntukkan untuk perang yang lebih besar, yakni perang melawan hawa nafsu, kemungkaran, dan kemaksiatan. Krisis berkepanjangan bangsa Indonesia saat ini, antara lain disebabkan merajalelanya kemaksiatan, kemungkaran dan tidak adanya penegakan nilai-nilai moral. Hawa nafsu lebih mendominasi kehidupan umat manusia saat ini ketimbang moral.
Perang dalam bentuk non-fisik inilah yang dinilai lebih berat dari perang fisik. Apalagi di tengah perkembangan globalisasi saat ini, yang tak jarang memperlemah semangat keimanan umat Islam, maka peringatan Maulid Nabi SAW menjadi sangat penting.