Sabtu, 17 September 2011

Cinta dalam Diamku

Ku mencintaimu dalam diamku. Karena diamku adalah bukti cintaku padamu. Aku ingin memuliakanmu dengan tidak mengajakmu menjalin hubungan yang terlarang, aku tidak ingin merusak kesucian dan penjagaan hatimu. Karena diamku mensucikan diri dan hatiku serta bukti kesetiaanku padamu.

Metode, tecknik dan pendekatan

Metode ; caranya dengan. Teknik: langkah –langkah dalam melaksanakan. Pendekatan :cara pandang terhadap tejadinya kegiatan belajar mengajar.

Belajar

Dari air kita belajar ketenangan
Dari batu kita belajar ketegaran
Dari padi kita belajar rendah hati
Dari kupu-kupu kita belajar merubah diri
Dari Allah kita belajar kasih sayang sempurna, karena tidak ada manusia yangsempurna

CINTA DALAM DIAMMU

Bila belum siap melangkah lebih lanjut dengan seseorang, cukup cintai dia dalam diam, karena diammu adalah buktinya cintamu padanya. Kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang, kau tidak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya. Karena diammu mensucikan diri dan hatimu. Menghindarkanmu dari hal-hal yang merusak izzah dan iffahmu. Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya. Karena mungkin saja orang yang kau cintai adalah orang yang telah Allah SWT pilihkan untukmu. Ingatkah kalian tentang kisah Ali dan Siti Fatimah RA? Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan. Tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan yang suci dan indah. Jika dia memang bukan milikmu, toh Allah melalui waktu akan menghapus cinta dalam diammu itu dan member rasa yang lebih indah dengan orang yang tepat. Biarkan cinta dalam diammu itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dan pemilik hatimu.

Sabtu, 03 Juli 2010

Do’a Cinta Sang Pengantin


Do’a Cinta Sang Pengantin

Ya Allah….. robbul Izzati….. andai Kau berkenan,
Limpahkan kepada kami
Cinta yang Kau janjikan pengikat rindu
Rasulullah dandan Khadijah Al Qubro,
Yang Kau jadikan mata air kasih sayang
Imam Ali dan Fatimah Az- Zahra,
Yang Kau jadikan penghias Keluarga NabiMu yang suci

Ya Allah, jika semua itu tak layak bagi kami
Maka cukuplah permohonan kami dengan ridhaMu
Jadikanlah kami sebagai suami istri
Yang saling mencintai dan menyayangi dikala dekat,
Saling menjaga kehormatan dikala jauh,
Saling mengingatkan dikala bahagia,
Saling mendo’akan dalam kebaikan dan ketaqwaan

Ya Allah sempurnakanlah kebahagiaan kami dengan perkawinan ini
Sebagia ibadah kepadaMu dan bukti pengikutan serta cinta kami
kepada Sunnah RasulMu. Amin…..

(Petikan dari Matsnawi, karya Maulana Jalalluddin Rumi)

Rabu, 07 April 2010

Dibalik surat Al- Ma’un



Dalam S. Al Ma’un dikatakan bahwa Allah demikian lugas mengaitkan agama dengan keberpihakan kepada kaum dhuafa. Seseorang dikatagorikan mendustakan agamanya manakala ia mengabaikan anak yatim dan fakir miskin.
S. Alma’un diawali dengan pertanyaan “taukah kamu orang yang mendustakan agama?” menurut banyak ahli tafsir, hal itu dimaksudkan untuk menggugah hati pendengarnya agar memberikan perhatian lebih kepada apa yang selanjutnya akan ditunjukkan pada ayat-ayat berikutnya.
Anak yatim dan orang miskin adalah dua kelompok yang paling rentan di masyarakat. Mereka golongan orang-orang yang lemah. Itulah mengapa islam mewajibkan kita menolong mereka. Islam mendorong umatnya agar dalam beragama tidak selalu mementingkan aspek ibadah mahdhoh yang bersifat vertikal saja.
Islam juga menganjurkan ibadah sosial, seperti memperhatiakn nasib kaum lemah. Jadi, S. Al-Ma’un seolah ingin mengegaskan bahwa pendusta agama bukan hanya orang yang mengaku muslim, tetapi tidak mau sholat. Lebih dari itu, orang yang mengaku muslim tetapi tidak punya kepekaan social dan tidak peduli pada lingkungan sekitar.
Ayat selanjutnya bertutur tentang orang yang lalai dalam sholatnya dan riya’. Lalai dalam sholat berarti bahwa orang itu fisiknya sholat, tetapi hati, jiwa dan prilakunya tidak ikut sholat. Yaitu, yang sholatnya tidak berdamapak pada prilaku sosialnya sehari-hari. Dalam sholat banyak hikmah yang terkandung. Ada yang berpendapat, ketika sholat dibuka dengan takbiratul ihram, itu berarti kita menyapa Allah. Kemudian dikahiri dengan salam berarti kita menyapa manusia.
Menengok ke kanan dan kiri berarti kita peduli pada lingkungan sekitar atau tetangga di kanan dan kiri, demikian salah satu pesan fundamental sholat adalah kepedulian pada orang.
Ada sebuah kisah taragedi surat Al-Ma’un di zaman KH. Ahamd Dahlan tahun 1912-an bahwa sanya K.H. Ahmad Dahlan mengajar surat Al-Ma’un selama berbulan-bulan, ketika ditanya alasannya beliau menjawab bahwa selama santrinya belum ada yang melaksanakan surat tersebut, maka tetap akan mengajarkan Alma’un tersebut, sampai suatu saat ada salah satu santrinya memelihara anak yatim dirumahnya maka beliau melanjutkan pelajaran ke surat-surat lainnya.

Senin, 02 November 2009

AKU


AKU

Aku adalah seorang manusia perasaan. Seorang pengagum. Aku menarik napas pajang apabila menyaksikan pemandangan yang indah. Jiwaku bergetar memandangi matahari terbenam. Aku menangis dikala menyanyikan lagu spiritual
Tidak semua orang menyadari, bahwa jalan untuk mendekatiku adalah semata-mata melalui hati yang ikhlas. Tidak semua orang menyadari, bahwa aku ini tak ubahnya seperti anak kecil. Berilah aku sebuah pisang dengan sedikit simpati yang keluar dari lubuk-hatimu, tentu aku akan mencintaimu untuk selama-lamanya.
Aku menjadi orang yang paling menyenangkan didunia ini, apabila aku merasakan arus persahabatan,sirnpati terhadap persoalan-persoalanku, pengertian dan penghargaan datang menyambutku. Sekalipun ia tak diucapkan, ia dapat kurasakan. Dan sekalipun rasa-tidak-senang itu tidak diucapkan, aku juga dapat merasakannya. Dalam kedua hal itu aku bereaksi menurut instink. Dengan satu perkataan yang lembut, aku akan melebur. Aku bisa keras seperti baja, tapi akupun bisa sangat lunak.
Aku tidak tahu apa yang kupikirkan, apakah aku sedang memikirkanmu, ataukan aku sedang memikirkan diriku sendiri dengan memikirkanmu? Memikirkanmu membuat tenang jiwaku, membuat damai hatiku, dan membuat lega nafasku. Namun terkadang, memikirkanmu malah membuat panas hatiku, membuat gejolak dalam jiwaku, dan membuat tersenggal-senggal irama nafasku. Setiap tatapan matamu yang terarah kepadaku, pasti membuat lumer kebekuan dalam diri, meski aku tidak pernah tahu, apakah tatapan mata itu tertuju untuk diriku. Aku cukup senang, dengan hadirnya dirimu, yang terkadang tidak pernah dapat kuartikan sebagai kehadiran yang tercipta khusus untukku. Malam beranjak pergi, dan begitupula perginya kedamaian dalam diriku, semoga malam kan datang lagi hari ini, karena aku hanya bisa menemuimu di malam hari, di alam mimpi yang tak berarti.