Ingat 5perkara sebelum 5perkara ini mungkin sdh tidak asing lf ditelingga ya...dan ana yakin sahabat fillah semua sdh banyak mengetahuinya(Alhamdulilah)tapi tidak ada salahnya saling mengingatkan kembali semoga menjadi kebaikan untuk kita semua InsyaAllah Aamiin
" 5 peekara sebelum 5perkara itu adalah
"sehat sebelum sakit
"muda sebelum tua
"kaya sebelum miskin
"lapang sebelum sempit
"hidup sebelum....Mati
"Yuk....kita perhatikan satu persatu perkara diatas dan fikirkan sedalam-dalamnya makna yg terkandung diserltiap perkara tersebut....!!
"Sehat sebelum sakit....
lakukan sesuatu yg berfaedah dan mendatangkan kebaikan kepada anda dan orang"disekeliling anda
"Muda sebelum tua
waktu anda muda inilah saatnya berusaha mencari kemewahan disamping tetap berusaha untuk melaksanakan kewajiban anda kepada yang Maha pencipta.kelak bila anda sudah tua anda tidak lg memikirkan hal -hal duniawi
"Kaya sebelum miskin
waktu anda berharta itulah kesempatan anda buat menolong yang lebih susah dan membutuhkan bantuan sungguh sedekah yang ikhlas akan menjadi amalan ibadah untuk bekal menghadapinya kelak
"Lapang sebelum sempit
waktu anda masih ada dalam kelapangan jangan lupa.....thing thing ....^__^
inilah waktu dan kesempatan yg paling sesuai mendalami ilmu agama untuk pedoman hidup anda
"Hidup sebelum mati ...ini nie....dimana kematian itu datang tampa kita menduganya maka jika semasa hudup kita tidak mengisinya dengan banyak hal kebaikan...ya menyelah mungkin ya...??^__^
yuk gunakan wsktu sebaik mungkin dengan tetap mengint 5 perkara sebelum 5 peekara diatas INSYAALLAH.....
Jumat, 23 Maret 2012
Kamis, 22 Maret 2012
Berjilbab Dulu Atau Memperbaiki Hati Dulu
Saat kita mengajak seorang perempuan untuk mengenakan Jilbab, sering sekali mereka beralasan ingin memperbaiki akhlak mereka dulu. Bagaimana kita mesti menanggapinya..?
Antara hati dan perbuatan sebenarnya sama-sama penting, sehingga tidak perlu dipilih mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.
Lagi pula, sulit untuk menilai urusan hati atau membuat standarisasinya. Kalau alasan belum mau pakai jilbab karena hatinya ingin diberesi dulu, sebenarnya agak mengada-ada. Sebab siapa yang akan menilai bahwa hati seseorang sudah bersih dan baik? Dan bagaimana cara menilainya? Lalu sampai kapankah hatinya sudah bersih dan siap untuk pakai jilbab?
Sebenarnya kewajiban memakai jilbab tidak pernah mensyaratkan seseorang harus bersih dulu hatinya. Kewajiban itu langsung ada begitu seorang wanita muslimah masuk usia akil baligh. Dan satu-satunya tanda bahwa dia sudah wajib memakai jilbab adalah tepat ketika dia mendapat haidh pertama kalinya. Saat itulah dia dianggap oleh Allah SWT sudah waktunya untuk memakai jilbab. Tidak perlu menunggu ini dan itu, karena kewajiban itu sudah langsung dimulai saat itu juga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada anak wanita Abu Bakar ra, Asma’ binti Abu Bakar ra.
Rasulullah SAW bersabda,”Wahai Asma’, seorang wanita bila telah haidh maka tidak boleh nampak darinya kecuali ini dan ini. Rasulullah SAW memberi isyarat kepada wajah dan tapak tangannya.”
Rasulullah SAW tidak mengatakan bahwa bila sudah bersih hatinya, atau bila sudah baik perilaku atau hal-hal lain, namun secara tegas beliau mengatakan bila sudah mendapat haidh. Artinya bila sudah masuk usia akil baligh, maka wajiblah setiap wanita yang mengaku beragama Islam untuk menutup auratnya. Dan uaratnya itu adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua tapak tangan.
Ketentuan ini juga diperkuat dengan firman Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang kewajiban memakai kerudung yang dapat menutupi kepala, rambut, leher dan dada.
Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…” (QS. An-Nur : 31)
Namun bukan berarti kalau sudah pakai kerudung, boleh berhati jahat atau buruk. Tentu saja seorang wanita muslimah harus berhati baik, berakhlaq baik dan berperilaku yang mencerminkan nilai keimanan dirinya. Tapi semua itu bukan syarat untuk wajib pakai jilbab. Sebab keduanya adalah kewajiban yang tidak saling tergantung satu dengan yang lainnya.
Antara hati dan perbuatan sebenarnya sama-sama penting, sehingga tidak perlu dipilih mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.
Lagi pula, sulit untuk menilai urusan hati atau membuat standarisasinya. Kalau alasan belum mau pakai jilbab karena hatinya ingin diberesi dulu, sebenarnya agak mengada-ada. Sebab siapa yang akan menilai bahwa hati seseorang sudah bersih dan baik? Dan bagaimana cara menilainya? Lalu sampai kapankah hatinya sudah bersih dan siap untuk pakai jilbab?
Sebenarnya kewajiban memakai jilbab tidak pernah mensyaratkan seseorang harus bersih dulu hatinya. Kewajiban itu langsung ada begitu seorang wanita muslimah masuk usia akil baligh. Dan satu-satunya tanda bahwa dia sudah wajib memakai jilbab adalah tepat ketika dia mendapat haidh pertama kalinya. Saat itulah dia dianggap oleh Allah SWT sudah waktunya untuk memakai jilbab. Tidak perlu menunggu ini dan itu, karena kewajiban itu sudah langsung dimulai saat itu juga. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada anak wanita Abu Bakar ra, Asma’ binti Abu Bakar ra.
Rasulullah SAW bersabda,”Wahai Asma’, seorang wanita bila telah haidh maka tidak boleh nampak darinya kecuali ini dan ini. Rasulullah SAW memberi isyarat kepada wajah dan tapak tangannya.”
Rasulullah SAW tidak mengatakan bahwa bila sudah bersih hatinya, atau bila sudah baik perilaku atau hal-hal lain, namun secara tegas beliau mengatakan bila sudah mendapat haidh. Artinya bila sudah masuk usia akil baligh, maka wajiblah setiap wanita yang mengaku beragama Islam untuk menutup auratnya. Dan uaratnya itu adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua tapak tangan.
Ketentuan ini juga diperkuat dengan firman Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang kewajiban memakai kerudung yang dapat menutupi kepala, rambut, leher dan dada.
Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya…” (QS. An-Nur : 31)
Namun bukan berarti kalau sudah pakai kerudung, boleh berhati jahat atau buruk. Tentu saja seorang wanita muslimah harus berhati baik, berakhlaq baik dan berperilaku yang mencerminkan nilai keimanan dirinya. Tapi semua itu bukan syarat untuk wajib pakai jilbab. Sebab keduanya adalah kewajiban yang tidak saling tergantung satu dengan yang lainnya.
Selasa, 20 Maret 2012
ARTI KEIKHLASAN
BISMILLAH,
~~Aku Mengadu Kepada-MU ~~
Dalam setiap keluh yang telah lalu, jadikanlah setiap nafas adalah kebaikan, setiap pandangan adalah kebaikan, setiap pendengaran adalah kebaikan, jadikan kebaikan ya Robb.
Dan ketika kekhilafan menyapu sedikit demi sedikit kebaikan itu, hamba mohon, sisakan ya Allah..., untuk hamba timbun kembali dengan kebaikan di sisa-sisa umur yang Engkau beri.
Jangan jadikan tangan ini hampa, tiada yang bisa hamba bawa sebagai pemberat amal kebaikan nanti.'
Dahulu pernah kecil, menangis, tertawa, merangkak, belajar berjalan, jatuh, berdiri, jatuh lagi, bermain, belajar, sukses, gagal, tersenyum, sedih, bahagia. Mungkin esok pun ada hal-hal yang sama yang akan terjadi, namun siapa yang bisa menjamin semua itu.
Alloh hanya Engkau yang Maha Hidup dan pemilik hidup. 'Jadikan hidup hamba penuh makna dengan limpahan kasih sayang-Mu. Ingatkan segera atas kekhilafan.
ya Robb....
tidak ingin aku berlarut dalam kekhilafan yang menjadi-jadi, hingga aku lupa bersyukur atas sisa umur yang telah Engkau beri.'
'Robbi adkhilni mudkhola sidqiwwa akhrijni mukhroja sidqiwwaj'alli milladunka sulthonannashiro.'
'Ya Allah,
bimbinglah hamba dalam setiap penglihatan, pendengaran, lisan, denyut nadi, helaan nafas, detak jantung, langkah kaki hamba.'
'Ya Allah,
hiasi hati hamba dengan ilmu, ketabahan, kesabaran,ketakwaan untuk selalu beribadah dan berjuang di jalan-Mu.'
'Ya Robb...
jadikan setiap bait yang hamba tulis adalah kebaikan dan keberkahan dari sisa umur yang Engkau beri. Amiin....'
Kemarin, aku pernah bersenandung bahwa harapan itu masih ada.
Kemarin, aku juga pernah bermimpi bahwa aku mampu dengan harapan itu.
Kemarin, kutulis jua harapan-harapan dan kuberi tanda dengan pencapaiannya.
Jika aku lelah dengan pengharapan itu,
sesungguhnya aku sedang belajar "kesabaran". "Berharap" akan menjadi teman dalam sebuah perjuangan.
Dan "kesabaran" akan menjadi teman dalam sebuah "harapan".
Dan "doa" akan menjadi kekuatan dalam setiap "harapan".
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Al-Mujadilah:11)
Jadilah akar yang gigih mencari air, menembus tanah yang keras demi sebatang pohon. Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, menampilkan eloknya pada dunia dan mendapatkan pujian pula, akar tidak iri, ia tetap bersembunyi dalam tanah
~~Aku Mengadu Kepada-MU ~~
Dalam setiap keluh yang telah lalu, jadikanlah setiap nafas adalah kebaikan, setiap pandangan adalah kebaikan, setiap pendengaran adalah kebaikan, jadikan kebaikan ya Robb.
Dan ketika kekhilafan menyapu sedikit demi sedikit kebaikan itu, hamba mohon, sisakan ya Allah..., untuk hamba timbun kembali dengan kebaikan di sisa-sisa umur yang Engkau beri.
Jangan jadikan tangan ini hampa, tiada yang bisa hamba bawa sebagai pemberat amal kebaikan nanti.'
Dahulu pernah kecil, menangis, tertawa, merangkak, belajar berjalan, jatuh, berdiri, jatuh lagi, bermain, belajar, sukses, gagal, tersenyum, sedih, bahagia. Mungkin esok pun ada hal-hal yang sama yang akan terjadi, namun siapa yang bisa menjamin semua itu.
Alloh hanya Engkau yang Maha Hidup dan pemilik hidup. 'Jadikan hidup hamba penuh makna dengan limpahan kasih sayang-Mu. Ingatkan segera atas kekhilafan.
ya Robb....
tidak ingin aku berlarut dalam kekhilafan yang menjadi-jadi, hingga aku lupa bersyukur atas sisa umur yang telah Engkau beri.'
'Robbi adkhilni mudkhola sidqiwwa akhrijni mukhroja sidqiwwaj'alli milladunka sulthonannashiro.'
'Ya Allah,
bimbinglah hamba dalam setiap penglihatan, pendengaran, lisan, denyut nadi, helaan nafas, detak jantung, langkah kaki hamba.'
'Ya Allah,
hiasi hati hamba dengan ilmu, ketabahan, kesabaran,ketakwaan untuk selalu beribadah dan berjuang di jalan-Mu.'
'Ya Robb...
jadikan setiap bait yang hamba tulis adalah kebaikan dan keberkahan dari sisa umur yang Engkau beri. Amiin....'
Kemarin, aku pernah bersenandung bahwa harapan itu masih ada.
Kemarin, aku juga pernah bermimpi bahwa aku mampu dengan harapan itu.
Kemarin, kutulis jua harapan-harapan dan kuberi tanda dengan pencapaiannya.
Jika aku lelah dengan pengharapan itu,
sesungguhnya aku sedang belajar "kesabaran". "Berharap" akan menjadi teman dalam sebuah perjuangan.
Dan "kesabaran" akan menjadi teman dalam sebuah "harapan".
Dan "doa" akan menjadi kekuatan dalam setiap "harapan".
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (Al-Mujadilah:11)
Jadilah akar yang gigih mencari air, menembus tanah yang keras demi sebatang pohon. Ketika pohon tumbuh, berdaun rimbun, berbunga indah, menampilkan eloknya pada dunia dan mendapatkan pujian pula, akar tidak iri, ia tetap bersembunyi dalam tanah
Larangan pada Subhat
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Biarkanlah apa yang aku tinggalkan untuk kalian, bahwasanya orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka gemar bertanya dan menyelisihi nabi mereka, jika aku melarang kalian dari sesuatu maka jauhilah, dan apabila aku perintahkan kalian dengan sesuatu maka kerjakanlah semampu kalian. ( HR. Bukhari 6744)
Senin, 19 Maret 2012
Agar engkau menjadi wanita tercantik didunia
***```Agar engkau menjadi wanita tercantik didunia```***
Dengan kecantikanmu, engkau lebih indah dari matahari,,,
Dengan akhlakmu, engkau lebih harum dari aroma minyak misik,,,
Dengan rendah hatimu , engkau lebih mulia dari bulan,,,dan
Dengan lelembutanmu, engkau lebih lembut dari rintik hujan,,,
Maka , jagalah kecantikanmu dengan keimanan, kerelaan dalam menerima apa yang ada dengan senang hati , dan harga dirimu dengan jilbab.
Ketahuilah , perhiasanmu bukanlah emas atau perak, tetapi dua rakaat menjelang subuh, dahagamu ditengah hari yang panas saat berpuasa, dermamu yang tersembunyi dan hanya diketahui oleh Allah semata, air mata tobat, sujud panjang di atas karpet ibadah dan rasa malumu kepada Allah tatkala tergoda oleh bisikan nista dan ajakan setan,Kenakanlah pakaian takwa, maka engkau akan menjadi wanita tercantik didunia, meskipun bajumu terkoyak.Kenakanlah mantel kesantunan, agar engkau menjadi wanita tercantik di dunia, kendati engkau tak memakai alas kaki.
Berhati-hatilah terhadap wanita pelacur, kafir, suka menipu dan melancong.Sungguh mereka adalah bahan bakar neraka Jahanam.
Dengan kecantikanmu, engkau lebih indah dari matahari,,,
Dengan akhlakmu, engkau lebih harum dari aroma minyak misik,,,
Dengan rendah hatimu , engkau lebih mulia dari bulan,,,dan
Dengan lelembutanmu, engkau lebih lembut dari rintik hujan,,,
Maka , jagalah kecantikanmu dengan keimanan, kerelaan dalam menerima apa yang ada dengan senang hati , dan harga dirimu dengan jilbab.
Ketahuilah , perhiasanmu bukanlah emas atau perak, tetapi dua rakaat menjelang subuh, dahagamu ditengah hari yang panas saat berpuasa, dermamu yang tersembunyi dan hanya diketahui oleh Allah semata, air mata tobat, sujud panjang di atas karpet ibadah dan rasa malumu kepada Allah tatkala tergoda oleh bisikan nista dan ajakan setan,Kenakanlah pakaian takwa, maka engkau akan menjadi wanita tercantik didunia, meskipun bajumu terkoyak.Kenakanlah mantel kesantunan, agar engkau menjadi wanita tercantik di dunia, kendati engkau tak memakai alas kaki.
Berhati-hatilah terhadap wanita pelacur, kafir, suka menipu dan melancong.Sungguh mereka adalah bahan bakar neraka Jahanam.
Minggu, 18 Maret 2012
~* SEDEKAH YANG KUSESALI ~*
Diriwayatkan, seorang shahabiyah (kalangan sahabat Nabi dari perempuan) baru saja kehilangan suaminya.
Setelah upacara pemakaman, masih dengan suasana hati yang diliputi duka cita, ia mendekat ke sisi Nabi SAW dan bertanya dengan setengah berbisik, "Ya Rasulullah, di detik-detik menjelang kepergian suamiku, dalam sekaratnya ia memberikan isyarat supaya aku mendekat. Akupun mendekatkan diri kepadanya, untuk mendengarkan apa yang akan dikatakannya.
Tetapi yang aku dengar adalah ucapan-ucapan yang sama sekali tidak aku mengerti. Ia berkata, Akh seandainya yang baru, akh seandainya semuanya, dan akh seandainya masih jauh.A pakah ucapan suami saya itu semacam wasiat ya Rasulullah? Tapi aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dia maksudkan.
Rasulullah terdiam sejenak, sembari tersenyum beliau bersabda, "Pernah suatu hari, suamimu berbelanja ke pasar. Ia membeli sebuah mantel baru. Dalam perjalanan pulang ke rumah, ia melihat seseorang yang duduk terpojok di sudut jalan. Ia meringkuk tampak sangat kedinginan. Suamimu menjadi iba dan kemudian memberikan mantelnya yang lama. Dalam sekaratnya, ia diperlihatkan oleh Allah balasan pahala dari amalannya itu. Ketika melihat penampakan balasan dari Allah, sekonyong-konyong timbul rasa sesal dalam dirinya, mengapa ia tidak memberikan saja mantelnya yang baru, tentu balasan dari Allah akan lebih besar. Ia pun berkata, Akh, seandainya yang baru!
Nabi SAW melanjutkan, "Pernah suatu hari lagi, suamimu kembali dari pasar. Rejeki yang ia dapatkan hari itu ia belikan sepotong roti. Ia berencana membawakannya untukmu dan keluarga. Namun dalam perjalanan, ia melihat seseorang yang terbaring lemah karena lapar. Ia pun menjadi iba, dan memberikan sebagian roti buatnya. Sebagiannya lagi ia bawa pulang. Dalam sekaratnya, ia diperlihatkan oleh Allah balasan dari amalannya itu. Ia pun kembali menyesal, andainya saja ia memberikan semuanya, pasti balasan Allah lebih besar lagi. Ia pun berkata, Akh, seandainya semuanya.
Selanjutnya, "Di hari yang lain, suamimu dalam perjalanan menuju masjid, dengan arah yang sama ditemuinya seorang tua yang tampak kepayahan dan tertatih-tatih melangkahkan kakinya. Suamimupun menawarkan diri untuk membantu, dan digendongnya orang tua yang lemah itu menuju masjid. Ketika diperlihatkan oleh Allah balasan dari amalan perbuatannya itu, ia kembali menyesal dan berharap seandainya saja jarak masjid itu lebih jauh, ia akan mendapat balasan pahala yang lebih banyak. Dalam penyesalannya ia berkata, Akh, seandainya masih jauh.
Akankah kita nanti akan menyesal ketika diperlihatkan balasan sedekah kita yang "uang receh" dan " uang lecek"..??
Setelah upacara pemakaman, masih dengan suasana hati yang diliputi duka cita, ia mendekat ke sisi Nabi SAW dan bertanya dengan setengah berbisik, "Ya Rasulullah, di detik-detik menjelang kepergian suamiku, dalam sekaratnya ia memberikan isyarat supaya aku mendekat. Akupun mendekatkan diri kepadanya, untuk mendengarkan apa yang akan dikatakannya.
Tetapi yang aku dengar adalah ucapan-ucapan yang sama sekali tidak aku mengerti. Ia berkata, Akh seandainya yang baru, akh seandainya semuanya, dan akh seandainya masih jauh.A pakah ucapan suami saya itu semacam wasiat ya Rasulullah? Tapi aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang dia maksudkan.
Rasulullah terdiam sejenak, sembari tersenyum beliau bersabda, "Pernah suatu hari, suamimu berbelanja ke pasar. Ia membeli sebuah mantel baru. Dalam perjalanan pulang ke rumah, ia melihat seseorang yang duduk terpojok di sudut jalan. Ia meringkuk tampak sangat kedinginan. Suamimu menjadi iba dan kemudian memberikan mantelnya yang lama. Dalam sekaratnya, ia diperlihatkan oleh Allah balasan pahala dari amalannya itu. Ketika melihat penampakan balasan dari Allah, sekonyong-konyong timbul rasa sesal dalam dirinya, mengapa ia tidak memberikan saja mantelnya yang baru, tentu balasan dari Allah akan lebih besar. Ia pun berkata, Akh, seandainya yang baru!
Nabi SAW melanjutkan, "Pernah suatu hari lagi, suamimu kembali dari pasar. Rejeki yang ia dapatkan hari itu ia belikan sepotong roti. Ia berencana membawakannya untukmu dan keluarga. Namun dalam perjalanan, ia melihat seseorang yang terbaring lemah karena lapar. Ia pun menjadi iba, dan memberikan sebagian roti buatnya. Sebagiannya lagi ia bawa pulang. Dalam sekaratnya, ia diperlihatkan oleh Allah balasan dari amalannya itu. Ia pun kembali menyesal, andainya saja ia memberikan semuanya, pasti balasan Allah lebih besar lagi. Ia pun berkata, Akh, seandainya semuanya.
Selanjutnya, "Di hari yang lain, suamimu dalam perjalanan menuju masjid, dengan arah yang sama ditemuinya seorang tua yang tampak kepayahan dan tertatih-tatih melangkahkan kakinya. Suamimupun menawarkan diri untuk membantu, dan digendongnya orang tua yang lemah itu menuju masjid. Ketika diperlihatkan oleh Allah balasan dari amalan perbuatannya itu, ia kembali menyesal dan berharap seandainya saja jarak masjid itu lebih jauh, ia akan mendapat balasan pahala yang lebih banyak. Dalam penyesalannya ia berkata, Akh, seandainya masih jauh.
Akankah kita nanti akan menyesal ketika diperlihatkan balasan sedekah kita yang "uang receh" dan " uang lecek"..??
*""*HaTi DaN KuNcINyA *""*
"Bagaimana cara agar kita dapat memperoleh ilmu yang sinar cahayanya meluas kedalam dada ,serta dapat membuka pintu hatinya..?
"Imam syafi'i semasa menjadi santri ,pernah mengeluh kepada gurunya,mengapa ilmu yang sedang kukaji ,susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa...!!
"Sang guru menjawab....Ilmu itu ibarat cahaya...ia dapat menerangi gelas yang bening dan bersih artinya Ilmu tidak akan dapat menerango hati yang keruh dan banyak maksiatnya.
sekiranya saja hati kita telah bercahaya subhanalloh.......hidup ini benar-benar akan terasa indah ,nyaman dan tentram
sungguh betapa pentingnya menjaga kwalitas hati agar tetap terjaga dan bersih karena dengan begitu ia akan memancarkan sinar kebaikan pula dan terangnya hati, jadi teringat sebuah lagu tentang menjaga hati
"Jagalah hati jangan kau nodai,jagalah hati cahaya hidup ini"^___^
semoga kita semua bisa menjaga hati kita agar tetap bersih ...dan terjaga ya Aamiin InsyaAllah
"Imam syafi'i semasa menjadi santri ,pernah mengeluh kepada gurunya,mengapa ilmu yang sedang kukaji ,susah sekali memahaminya dan bahkan cepat lupa...!!
"Sang guru menjawab....Ilmu itu ibarat cahaya...ia dapat menerangi gelas yang bening dan bersih artinya Ilmu tidak akan dapat menerango hati yang keruh dan banyak maksiatnya.
sekiranya saja hati kita telah bercahaya subhanalloh.......hidup ini benar-benar akan terasa indah ,nyaman dan tentram
sungguh betapa pentingnya menjaga kwalitas hati agar tetap terjaga dan bersih karena dengan begitu ia akan memancarkan sinar kebaikan pula dan terangnya hati, jadi teringat sebuah lagu tentang menjaga hati
"Jagalah hati jangan kau nodai,jagalah hati cahaya hidup ini"^___^
semoga kita semua bisa menjaga hati kita agar tetap bersih ...dan terjaga ya Aamiin InsyaAllah
Langganan:
Postingan (Atom)