Senin, 05 Maret 2012

Kenaikan BBM?

kenaikan harga minyak membuat dilema. Tunduk pada konstitusi atau patuh pada dikte asing. Menyubsidi bangsa sendiri melalui harga BBM atau menyubsidi orang kaya di Washington dan domestik melalui imbal hasil obligasi yang tinggi. Belum lagi kalau kita pun menghitung pemerintah membeli kembali obligasi. Maka jelas lebih tinggi membayar bunga dan cicilan utang ketimbang membiayai subsidi energi dan nonenergi.
Di sini muncul persoalan, kepada siapa sebenarnya pemerintah berpihak...?

Jiwa Manusia

Ada jiwa yang dikuasai oleh pengaruh badan bernama manusiawi
ada badan yang dikuasai oleh pengaruh jiwa bernama akal budi
Kasih selalu berbicara kepada jiwa yang adalah pemilik badani
dan manusiawi seringkali berusaha mengaburkan pesan ilahi

setiap jiwa tercipta dari kesadaran baik untuk mengenal sejati
namun kelahiran di dalam badan fana menutup kesadaran ilahi
walau jiwa memiliki niat mengenal sejati dalam kelahiran ini
pengaruh badaniah manusia nya seringkali menjauhkan diri

ingin jiwa seringkali bertolak belakang dengan ingin manusiawi
ingin jiwa sangat mengerti penderitaan adalah pemurnian diri
ingin manusiawi menolak penderitaan dan lari ke arah materi
antara jiwa dan manusiawi seringkali tidak sejalan di dunia ini

Kasih berbicara kepada jiwa dan bersepakat menguatkan diri
agar jiwa menjadi penguasa kembali di dalam badan sendiri
diberinya penglihatan kesadaran jernih tentang kehidupan ini
darisana jiwa menarik kekuatan ilahi melawan badan manusiawi

setiap orang harus bertarung memenangkan jiwanya sendiri
melawan kekuatan badan fana dengan berbagai nafsu manusiawi
Kasih akan terus menyampaikan semua ilusi ini kepada jiwa diri
agar dirinya memenangkan kehidupan fana ini sebagai sang sejati

Sabtu, 03 Maret 2012

B E L A J A R

Belajar bukan berarti habya sekolah...
... Belajar bukan berarti hanya membaca buku..
Tapi juga belajar dari setiap kejadian..
Belajar dari apa yang bisa dilakukan ...
Agar hidup ke depan lebih baik..

Aku belajar diam dari banyaknya bicara.
... Aku belajar sabar dari sebuah kemarahan.
Aku belajar mengalah dari suatu keegoisan.
Aku belajar menangis dari kebahagiaan.
Aku belajar tegar dari kehilangan

Hidup Adalah BELAJAR.......
Belajar Bersyukur Meski tak Cukup,
Belajar Ikhlas Meski Tak Rela,
Belajar Taat Meski Berat,
Belajar Memahami Meski Tak Sehati,
Belajar Sabar Meski Terbebani,
Belajar Setia Meski Tergoda,
Belajar Memberi Meski Tak Seberapa,
Belajar Mengasihi Meski Disakiti,
Belajar Tenang Meski Gelisah,
Belajar Percaya Meski Susah,

Belajar dan Terus Belajar...
Belajar sampai pada akhirnya Allah yang menyempurnakan..

KETENANGAN HIDUP

jangan membenci tapi juga jangan melupakan
sadari dan analisalah sampai Kasih memberi pengertian
setelah mengerti amati dan jadikan alat kewaspadaan
menghadapi berbagai macam orang di fana perjalanan

jangan menyakiti diri dan menganggap diri tak layak lagi
sebab engkau telah sampai pada jalan yang membuka hati
dimana ilusi terlihat jelas telah membutakan mata selama ini
dan sekarang jangan lagi terbodohi oleh permainan ilusi disini

hiduplah dalam ketenangan dan damai bersama keluarga sendiri
sebab banyak orang bermasalah dengan keluarga lari mencari
keramaian dan hingar bingar seksualitas kini merusak suara hati
mereka pun mencari massa untuk merusak keluarga bahagia ilahi

Kasih selalu melihatmu dan selalu berusaha menuntunmu
jangan berhenti bila mereka mentertawakan Kasih dirimu
dunia tidak akan percaya bahwa ada manusia seperti itu
karena mereka tidak pernah berguru pada Kasih nyata di kalbu

bertemanlah dengan para bijaksana di dalam alam semesta
bertebaran seperti bintang yang menerangi setiap gelap maya
di dalam hati ada ruang semesta tempat para suci dan dewa
hindari keramaian karena pintunya ada dalam keheningan jiwa

Hakekat Mauld Nabi SAW

Ya Rasulullah...
setiap saat jasadku salat
setiap kali tubuhku bersimpuh
diriku jua yang kuingat
setiap saat kubaca salawat setiap kali tak lupa kubaca salam
salam kepadamu wahai nabi
tapi tak pernah kusadari apakah di hadapanku kau menjawab salamku.
(KH. Musthafa Bisri)

Dengan semangat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. kita ambil spirit dari perjuangan beliau. Bahwa berdakwa itu harus beretika, memahami lingkungan, mengajak dengan santun. dengan kata lain Rasulullah berdakwa tanpa kekerasan dalam kondisi apapun...

LOVE

Dalam mencari sebuah hikayat cinta...

Dalam mencari sebuah hikayat cinta
Hati yang tulus murni amat sukar ditemui
Sukar mencari jiwa yang menerima seadanya
Cinta manusia hanyalah pinjaman di duniawi
Cinta ILAHI jualah yang kekal selamanya
Hanya insan terpilih akan memiliki cinta sejati di uhkrawi
Hadirkanlah dalam cerita hidupku
Seorang insan bernama teman
Yang sentiasa berada di dalam doaku
Bersama diriku menempuh onak perjuangan
Rela sehidup semati dalam pimpinan agamaMu
Agar dapat merasakan kemanisan iman
Temukanlah aku dengan cinta yang mencintaiMu
Cintakanlah hatiku dengan cinta yang merindui syahid fisabilillah
Bukan cinta yang berlandaskan hawa nafsu
Kerana syaitan akan menjadi pemisah
Antara cinta hakiki dan cinta palsu
Yang hanya menyebabkan hati terbelah dan berpecah
Berilah hatiku kekuatan dan ketabahan
Dalam mencari cinta seorang insan
Bersenjatakan kekebalan iman
Berperisaikan doa dan kesabaran
Dalam mengahadapi dunia yang penuh kepura-puraan
Menjadi sebuah permainan hidup yang mensia-siakan
Satukanlah hatiku ini dengan sekeping hati murni
Yang membawa aku ke arah jalan kebenaran ILAHI
Yang bisa menjadi bukti lafaz cinta suci
Pada pandangan ALLAHURABBI
Agar berkekalan hingga ke syurga abadi
Dan berbahagia di taman indah firdausi
Bisakah dicari dalam dunia yang fana’ ini
Seorang teman hidup idaman hati
Yang memiliki keteguhan iman yang tinggi
Dan mempunyai hati yang tulus suci
Serta kaya dengan budi pekerti dan akhlak terpuji
Dalam menghulurkan cinta sejati???
Semoga cinta yang sejati akan ku temui
Semoga hari itu akan menjadi saksi
Pertemuan dua hati murni di hadapan ILAHI
Di depan pintu gerbang syurga hakiki dan abadi

Jumat, 02 Maret 2012

Bau Harum Masyithah

Masyithah pelayan putri Fir’aun. Ia ibu yang melahirkan
putra-putra berlian. Wanita yang berani mempersembahkan jiwa-raga untuk agama
Allah swt. Ia seorang bunda yang memiliki sifat kasih sayang dan kelembutan.
Mencintai anak-anaknya dengan cinta fitrah ibu yang tulus. Masyithoh berjuang,
bekerja, dan rela letih untuk membahagiakan mereka di dunia dan di akhirat.

Bayangkan, anaknya yang terkecil direnggut dari belaian tangannya. Si sulung
diambil paksa. Keduanya dilemparkan ke tengah tungku panas timah membara.
Masyithah menyaksikan itu semua dengan mata kepalanya sendiri. Kalbu ibu mana
yang tidak bergetar. Hati ibu mana yang tidak hancur bersama luruhnya jasad
buah hatinya. Jiwa ibu mana yang tidak tersembelih dan membekaskan rasa sakit
dengan luka menganga? Masyithah melihat sendiri si sulung dan si bungsu
menjerit kesakitan terpanggang di tungku timah panas membara.

Itulah peristiwa dahsyat yang dihadapi Masyithah, sosok yang menakjubkan dalam
cinta kepada Allah swt. Ia seorang ibu mukminah yang sangat sabar dan memiliki
anak-anak yang shalih lagi baik hati. Cinta yang bersemayam dalam hati mereka
adalah gejolak iman yang mampu melahirkan sebuah pengorbanan yang sempurna.
Kehidupan dunia tidak mampu mengalihkan mereka dari cita-cita meraih keridhaan
Sang Pencipta. Inilah hakikat yang sebenar-benarnya: Iman yang baik akan mampu
mengalahkan tarikan dunia dengan segala isinya.


Tidak diragukan lagi, siapa yang pernah merasakan pahitnya kezhaliman meskipun
sesaat, mencicipi sakitnya siksaan meskipun sebentar, pasti akan tahu mengapa
Rasulullah saw bersabda, ”Kezhaliman akan membawa kegelapan di hari kiamat.”
(Bukhari)

Masyithah telah merasakan beragam kezhaliman dan penyiksaan. Semua
ketidaknyamanan itu dihadapinya dengan tegar sampai akhirnya ia bertemu dengan
Tuhannya dengan ridha dan diridhai. Masyithah mengajarkan kepada kita tentang
sempurna dalam berkorban dan total dalam berderma. Ia telah sukses mendidik
anak-anaknya untuk mempersembahkan nyawa mereka untuk Allah swt.

Rasulullah saw. bercerita kepada kita, “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj, aku
mencium bau yang sangat harum.” “Wahai Jibril, bau harum apa ini?” tanya
Rasulullah. Jibril menjawab, “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun–
dan anak-anaknya.” Saya bertanya, “Apa kelebihan Masyithah?”

Jibril menjawab, ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Sisirnya
jatuh dari tangannya. Ia berkata, ‘Bismillah.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata
kepadanya, ‘Dengan menyebut nama ayahku.’ Ia menolak. ‘Tidak. Akan tetapi Tuhan
saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.’ Ia menyuruh putri itu untuk
menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya.

Putri itu pun menceritakan kepada Fir’aun. Maka Fir’aun memanggil Masyithah.
Fir’aun bertanya, “Wahai Fulanah, apakah engkau punya Tuhan selain aku?” Ia
menjawab, “Ya, Tuhan saya dan Tuhan kamu adalah Allah.” Fir’aun marah besar. Ia
memerintahkan dibuatkan tungku besar yang diisi timah panas; agar Masyithah dan
anak-anaknya dilemparkan ke dalamnya. Masyithah tidak menyerah. Begitu juga
anak-anaknya. Masyithoh meminta satu hal kepada Fir’aun, “Saya minta tulangku
dan tulang anak-anakku dibungkus menyatu dengan kain kafan.” Fir’aun menuruti
permintaannya.

Sungguh, Masyithah wanita terhormat lagi mulia. Ia hidup di istana raja. Ia
dekat kekuasaan karena tugasnya merawat anak Fir’aun. Akan tetapi keimanan
kepada Allah swt. telah membuncah di kalbunya. Kadang ia menyembunyikan
keimanannya seperti yang dilakukan istri atau keluarga Fir’aun yang muslim
lainnya.

Bedanya ketika iman telah memenuhi kalbu, maka lisan akan mengucapkan apa yang
terpendam dalam kalbu tanpa beban, tanpa paksaan, dan tanpa rasa takut. Inilah
yang dilakukan Masyithah. Ia mengatakan dengan dilandasi fitrah yang suci,
”Bismillah”, tanpa memikirkan resiko yang akan dialaminya. Ia telah
mengungkapkan isi kalbunya yang telah disimpannya berhari-hari bahkan
bertahun-tahun. Ia memproklamasikannya dengan bangga dan gembira. Bahkan,
ketika putri Fir’aun memintanya untuk mengakui ketuhanan ayahnya, ia menolak
tegas dengan mengatakan, ”Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.”

Ia tidak takut siksaan. Ia tidak gentar dengan kekuatan Fir’aun yang terkenal
bengis dan tidak berperikemanusiaan. Apa pun yang terjadi, ia hadapi dengan
tegar.

Ujian Kalbu

Sungguh ujian berat menimpa wanita mulia ini beserta anak-anaknya. Fir’aun
menghukum karena mereka beriman kepada Allah swt. dan rela dengan agama yang
mereka anut. Tanpa belas kasih Fir’aun melempar anak-anak Masyithah satu demi
satu ke tungku besar berisikan timah panas yang mendidih. Fir’aun melakukanya
untuk menakut-nakuti Masyithah. Fir’aun berharap naluri keibuan Masyithah iba
akan nasib anak-anaknya dan itu membuatnya lemah lalu mau kembali mengakui
Fir’aun sebagai Tuhan. Akan tetapi Allah swt. memperlihatkan kepada Fir’aun
bahwa yang menggenggam kalbu Masyithah adalah diri-Nya. Apakah Fir’aun mampu
menguasai kalbu seseorang yang telah beriman? Mungkin ia bisa membunuh
jasadnya, tapi mampukah membunuh ruhnya? Itu mustahil dilakukan Fir’aun.

Apa yang dihadapi Masyithah adalah ujian yang berat bagi kalbu orang yang
beriman. Namun, dorongan keimanan yang kuat membuatnya bertahan dan keluar
menjadi pemenang. Masyithah dan anak-anaknya membuktikan keimanannya kepada
Allah dengan mewakafkan diri hancur disiksa dengan cara yang sangat tidak
berperikemanusiaan oleh Fir’aun.

Pelajaran dari Kisah Masyithah

Masyithah telah wafat. Tapi, kisahnya belumlah berakhir. Sampai saat ini,
kisahnya masih terngiang di telinga orang-orang yang rindu bertemu dengan Allah
swt. Karena, Masyithah telah memberi cambuk yang senantiasa memotivasi kita
untuk meraih kehidupan yang baik dan lebih baik lagi.

Ada sejumlah pelajaran yang bisa kita petik dari kisah Masyithah, di antaranya:

· Iman adalah senjata yang sangat ampuh. Karena, iman adalah kekuatan yang
bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya).

· Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian, itulah yang
dibuktikan oleh Masyithoh dan anak-anaknya.

· Ujian itu sunnatullah. Pasti
akan datang kepada setiap orang yang mengaku beriman.


· Peran dan kontribusi kaum wanita muslimah tidaklah lebih kecil dibanding pria
dalam mengibarkan panji kebenaran. Para wanita
memiliki peran yang besar dalam dakwah ilallah sejak zaman dahulu. Syahidnya
Masithah akibat siksaan Fir’aun adalah bukti puncak pengorbanan yang pernah
dilakukan wanita dalam sejarah.

· Balasan amal yang didapat seseorang adalah sesuai dengan kadar amal perbuatan
itu sendiri. Allah swt. telah menghancurkan Fir’aun dan menghinakannya namanya
dalam catatan sejarah yang akan terus dikenang sepanjang kehidupan manusia
sebagai manusia terjahat. Sedangkan Masyithah diabadikan namanya dengan harum,
dan menjadikan dirinya dan anak-anaknya wangi semerbak di langit tujuh karena
perbuatannya yang baik. Jibril mencerita hal ini kepada Rasulullah, dan
Rasulullah menyampaikannya kepada kita untuk dijadikan teladan.


· Sungguh, cerita seperti ini berulang dan akan terus berulang sepanjang waktu.
Selalu akan ada orang zhalim dengan beragam bentuk kezhalimannya dan selalu ada
orang yang akan menentang mereka meski tahu ada siksaan dan cobaan menyertai
usaha baiknya itu.